Buku Teks di iPad

Posted September 4, 2012 by Hery Azwan
Categories: Book Discussion, Education

Tags: , , , , , , ,

20120904-154822.jpg

Setelah lama dinanti, akhirnya buku pelajaran Facil dari penerbit Grafindo dapat dibeli via iPad dan PC Tablet lainnya melalui aplikasi atau toko Wayang Force. Grafindo merupakan penerbit swasta dari kategori buku pelajaran yang terjun ke dunia digital.
Lalu, apa kelebihannya dibanding versi cetak?
Pertama, orangtua tidak perlu khawatir lagi dengan pertumbuhan fisik anaknya. Selama ini orangtua banyak yang khawatir anaknya mengalami sakit punggung (back pain) akibat beratnya ransel berisi buku yang mereka sandang. Kini, dengan iPad atau tablet PC lain yang beratnya tak lebih dari 1 kg, siswa akan terbebas dari sakit punggung. Bahkan jika tablet atau iPad berukuran 7 inci, beratnya tak sampai setengah kilogram. Good bye buat buku yang menghambat pertumbuhan fisik siswa.
Kedua, kualitas gambar sangat bagus karena tidak tergantung dari kualitas mesin cetak. Hal ini akan membantu siswa dalam pemahaman. Apalagi, buku-buku Facil menggunakan banyak gambar. Selain itu, font bisa di-zoom in sehingga bagi siswa yang menggunakan kaca mata, hal ini sangat menolong.
Ketiga, harga buku digital lebih murah dari buku cetak, yakni sekitar 80% dari harga buku cetak.
Keempat, jika ada update informasi atau revisi, siswa tidak usah membeli buku baru lagi, cukup dengan meng-update.
Kelima, siswa dapat belajar mandiri di mana saja, kapan saja.

Apa prasyarat untuk membeli buku ini?
Pertama, siswa sudah memiliki perangkat iPad atau tablet PC lain seperti Samsung Galaxy Tab, Huawei, Sony, Acer, Smartfren, dll.
Kedua, mengunduh aplikasi Wayang Force sebagai toko buku on line dari Appstore atau Google Play.
Ketiga, telah memiliki AppleID bagi pengguna iPad. Bagi pengguna akun Google Play dapat membeli voucher atau poin melalui transfer via atm.

Berapa harga buku?
Harga buku berkisar dari USD2.99 sd 5.99 untuk iPad. Adapun untuk Google Play menggunakan rupiah yang dikonversi dari harga dolar.

Buku jenjang apa saja yang tersedia?
Semua jenjang ada di sini, yakni dari SD, SMP, hingga SMA. Kini ada 79 jilid buku Facil di Wayang Force yang bisa dibeli.

Selamat datang revolusi dalam pembelajaran.
Selamat tinggal buku cetak. Terima kasih atas jasamu selama ini.

Sejenak Bersama Armand Hartono

Posted July 31, 2012 by Hery Azwan
Categories: Education, Management, Self Development

Tags: , , , , , , , , ,

Hari Rabu lalu, 25 Juli 2012, aku mendapatkan pelajaran penting dari seorang Armand Wahyudi Hartono, Operation and Network Development Director, Bank Central Asia. Acara sharing ini merupakan salah satu dedikasi BCA dalam melayani pelanggannya. Kebetulan perusahaan tempatku bekerja merupakan salah satu nasabah BCA.

Dari beberapa kali acara temu pelanggan yang diadakan BCA, pemilik perusahaan tempatku bekerja, Haji Syaifullah Sirin, sangat terkesan dengan pribadi Armand,. Menurut penuturan Pak Haji, Armand sangat rendah hati dan berjiwa melayani, tidak seperti anak orang kaya (bukan hanya kaya tapi terkaya) sebagaimana yang kita persepsikan. Saat kunjungan ke pabrik Djarum di Kudus beberapa waktu lalu, Armand telah melayani pelanggan BCA bagaikan raja. Armand menjadi MC, sekaligus Tour Guide, penyanyi, dan dancer . Wowww….

Read the rest of this post »

Sangkala Lima: Pesantren Undercover

Posted July 25, 2012 by Hery Azwan
Categories: Book Discussion, Cerita Santri

Tags: , ,

Setelah kesuksesan buku Laskar Pelangi, telah banyak buku yang meniru resepnya. Kisah masa kecil atau masa-masa belajar yang penuh keceriaan atau malah kesulitan hidup memang menarik untuk dibaca. Biasanya, buku seperti ini ditulis berdasarkan kisah pribadi penulisnya. Di antara sekian banyak buku bergenre ini, hanya dua buku yang menurut saya fenomenal, yakni trilogi Negeri 5 Menara (termasuk Ranah 3 Warna) yang ditulis oleh A Fuadi dan 10 Autumn 9 Summer yang ditulis oleh Iwan Setiawan. Bahkan, Negeri 5 Menara yang mengeksplorasi suasana di Pondok Modern ini sudah difilmkan dan menuai sukses. Sementara 10A9S juga akan dibuat filmnya dan saat ini konon masih dalam tahap produksi.

Read the rest of this post »

Ketika Santri (Gak) Jadi Polisi

Posted July 18, 2012 by Hery Azwan
Categories: Cerita Santri

Tags: ,

Artikel ini terinspirasi dari berita yang saya lihat di televisi tadi pagi. Beritanya tentang santri sebuah pondok pesantren di Madura yang melakukan demo anarkis di kantor polisi.  Apa pasal? Katanya, karena santri yang bermaksud mendaftar menjadi polisi ditolak hanya karena lulusan pesantren, sementara mereka punya ijazah negeri. Santri pesantren tersebut merasa ada diskriminasi terhadap mereka. Read the rest of this post »

CT Si Anak Singkong

Posted July 9, 2012 by Hery Azwan
Categories: Book Discussion

Tags: , , , , , , , ,

20121216-111712.jpg

Sudah lama aku tidak membeli buku cetak. Sejak adanya buku digital yang sangat nikmat dibaca melalui iPad, hampir berbulan-bulan aku tidak membeli buku cetak baru. Tak sengaja, minggu yang lalu aku ke Gramedia menemani ponakan yang bermaksud membeli tas. Buku Anak Singkong langsung menarik perhatianku karena sosok pengusaha yang diceritakan dalam buku ini sangat mewarnai hidupku. Betapa tidak, aku sering belanja di supermarket miliknya, aku menonton tv di stasiun miliknya, aku membaca berita singkat di media dotcom miliknya, aku membeli eskrim favorit di gerai miliknya. Cuma menabung saja yang belum kulakukan di bank miliknya.

Read the rest of this post »

Kerupuk Bandeng

Posted June 6, 2012 by Hery Azwan
Categories: Culinary

Tags: , , , , , ,
Kerupuk Bandeng

Kerupuk Bandeng

Saya sebenarnya bukan orang yang suka ngemil. Makan 3 kali sehari cukuplah bagi saya. Bahkan terkadang sarapan pagi pun cukuplah dengan secangkir kopi. Tapi kalau ada yang nawarin camilan, apa salahnya dicicipi.
Seperti pagi ini, teman kantor saya menawari camilan yang masih asing bagi saya yaitu kerupuk Bandeng. Wah jenis kerupuk apa lagi nih? Read the rest of this post »

Calysta Skin & Body Care

Posted May 28, 2012 by Hery Azwan
Categories: Career, Self Development, Urban Life

Tags: , , , , , , , , ,

Sudah setahun ini istriku Yuli berhenti bekerja. Terakhir, dia berkarir di PT Sandoz Indonesia, sebuah perusahaan farmasi asing Group Novartis dengan posisi Product Manager, selama setahun. Sebelumnya, selama 8 tahun dia berkhidmat di PT Kimia Farma Tbk, sejak lulus kuliah hingga akhirnya menduduki posisi Product Manager.

Selama bekerja di Kimia Farma , Yuli telah beberapa kali berkunjung ke luar negeri atas tanggungan perusahaan. Sekali di Kuala Lumpur dalam acara konferensi regulasi se ASEAN dan tiga kali ke Frankfurt, Jerman, untuk mengikuti product training dan distributor meeting. Sayang, aku tak sempat menemaninya, baik karena kesibukan kerja di kantorku maupun karena ongkosnya bow….

Read the rest of this post »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 30 other followers