Archive for the ‘Religion’ category

Islamic Character Building

March 1, 2014
20140301-131144.jpg

Buku Islamic Character Building,
Penulis: Dr Asep Zaenal Ausop
Penerbit: Salamadani
Harga: Rp125.000

Buku ini ditulis oleh Dr Asep Zaenal Ausop, dosen mata kuliah Pendidikan Agama Islam di Institut Teknologi Bandung. Mulanya buku ini merupakan materi ajar di ITB, tetapi kemudian diperkaya dengan materi aktual. Meski demikian, jangan khawatir buku ini menjadi terlalu akademis. Buku ini telah dipoles dengan bahasa yang mudah dimengerti, bahkan oleh seorang mualaf sekalipun. Pengalaman mengajar 26 tahun di ITB membuat penulisnya sangat paham mana materi yang perlu tampil dan mana yang tidak.
Ada 17 bab yang terdapat di buku ini, dari bab tentang hukum Allah hingga bab tentang pernikahan, dari topik tentang sumber hukum hingga topik tentang tenaga dalam; dari topik tentang takdir hingga topik tentang mazhab. Pokoknya, semua topik aktual dalam Islam ada di sini. Pemahaman keislaman kita yang selama ini masih diselimuti persepsi, akan memperoleh pemahaman baru dengan pendekatan ilmu. Tak heran, di sana sini juga bertaburan istilah ilmiah seperti verifikasi dan falsifikasi.
Pada acara peluncurannya di panggung utama Pesta Buku Bandung tanggal 27 Februari 2014, penulis menyampaikan dengan sangat menarik isi buku ini dengan penuh tamsil dan metafora sehingga pengunjung sangat terkesan. Misalnya, penulis menjelaskan hukum alam dengan membandingkan kuku dan gigi. Kuku tumbuh dengan cepat, sementara gigi tumbuh dalam tempo yang sangat lambat, bahkan berhenti pada saatnya. Bayangkan jika gigi tumbuh dengan cepat seperti kuku. Inilah hukum alam yang diciptakan Allah untuk menjadi pembelajaran dan diambil hikmahnya bagi manusia.
Selanjutnya ustad Asep menjelaskan bahwa alam adalah profan, jadi tidak perlu takut dengan alam dan segala makhluk yang tinggal di jagad ini. Manusialah makhluk yang paling mulia. Padi bukanlah suci seperti yang dipahami penganut Sunda Wiwitan, dan karenanya tidak perlu diperlakukan khusus, seperti melakukan persembahan, dsb.
Sebagai pembanding, ustad Iskandar Mirza memuji buku ini yang menurutnya sangat lengkap dan komprehensif. “Saya bingung nih membagi waktu, mau baca Alquran atau buku ini karena tebalnya hampir sama”, ujar ustad Mirza sambil bercanda.
Kemudian ustad Mirza menambahkan bahwa dalam Islam karakter dikenal dengan akhlak. Aisyah, istri Nabi pernah ditanya apakah akhlak Nabi? Aisyah menjawab khuluquhul quran, akhlak Nabi adalah Alquran. Karena itu, kecintaan terhadap Alquran perlu ditanamkan sejak dini. Sebagai testimoni ustad Mirza memaparkan ada santrinya yang menderita disleksia akhirnya bisa sembuh setelah melakukan terapi qurani, yakni membaca Alquran setiap hari pada waktu tertentu. Alquran mampu me-reboot bad sector pada anak tersebut.
Buku setebal 680 halaman ini menurut penulisnya tidak perlu dibaca secara berurutan. Bisa dimulai dari bab mana saja sesuai kebutuhan. Tidak ada prasyarat bab tertentu untuk membaca bab berikutnya. Dengan harga Rp125.000 buku ini sangat layak menjadi koleksi setiap keluarga muslim.

Umroh #4

April 10, 2012
Hery Azwan di Mesjid Quba

Mesjid Quba, mesjid pertama di Madinah

Setelah empat malam menginap di Mekkah, kami pun harus meninggalkan kota bersejarah ini menuju Madinah Al Munawwarah (Kota Yang Disinari). Kota Mekkah sering diidentikkan dengan kota Nabi Ibrahim, sementara Madinah diidentikkan dengan kota Nabi Muhammad. Kemakmuran kota Mekkah antara lain karena telah didoakan Nabi Ibrahim, sementara kota Madinah telah didoakan Nabi Muhammad agar dua kali lebih makmur dari Mekkah.

(more…)

Umroh #3

April 7, 2012
Hery Azwan & Yuli Yulianti at Jabal Rahmah

Di Puncak Jabal Rahmah

Setelah tuntas melakukan ibadah umroh sebagaimana diuraikan pada postingan Umroh #2, jamaah boleh melepaskan pakaian ihram dan melakukan aktivitas yang tadinya dilarang.Nah, di sinilah nikmatnya kalau sekamar cuma berdua dengan istri. Kalau sekamar harus bertiga atau berempat dengan yang lain pasti tidak akan terjadi hal-hal yang diinginkan.

(more…)

Umroh #2

April 2, 2012
Hery Azwan di Mesjidil Haram

Berpose di depan ka'bah setelah tawaf

Hotel Royal Dar El Eiman (kalau versi EYD Royal Darul Iman) terletak tidak jauh dari pintu satu (Pintu King Abdul Aziz) Mesjidil Haram. Hotel ini berdempetan dengan Hotel Assofwah, dan menempel bagian belakangnya dengan Zamzam Tower. Bagian sampingnya berhadapan langsung dengan pelataran Mesjidil Haram. Hotel ini diklaim sebagai bintang lima, meskipun kalau dilihat dari standar Indonesia setara dengan bintang 3 dan 4. Katanya, standar bintang lima di Mekkah diberikan pada hotel yang jaraknya sangat dekat atau lapis satu dari Mesjidil Haram. Jadi, lupakan saja standar hotel yang umum dipakai.

(more…)

Umroh #1

March 28, 2012

Umroh 2012 dengan Percikan ImanAlhamdulillah, pada tanggal 10-18 Maret 2012 aku dapat menunaikan ibadah umroh bersama istriku Yuli, dan Bapak-Mama mertuaku. Sebuah perjalanan spiritual yang bernilai sunnah, sekaligus napak tilas untuk menghayati perjuangan para Nabi, khususnya Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW. Insya Allah umroh ini dapat membawa pencerahan bagiku secara individu dan keluarga kami.

(more…)

Tarawih

September 2, 2009

Tarawih berjamaah bagi para pekerja metropolitan Jakarta merupakan suatu kemewahan. Bahkan untuk berbuka puasa di rumah sekalipun, banyak yang tidak bisa merasakannya, termasuk saya. Rumah di pinggiran Jakarta yang relatif jauh dari tempat kerja di pusat kota menjadi penyebabnya. Ditambah lagi, kemacetan yang memuncak menjelang waktu berbuka membuat patah arang untuk mengejar taraweh berjamaah. Karena itu saya tidak mau menambah kemacetan jalan dan ikhlas berbuka puasa di luar rumah.

Minggu malam yang lalu kami memperoleh kemewahan dengan bertarawih di mesjid Al Azhar Kebayoran. Kebetulan, sorenya ada acara bedah buku ‘Negeri 5 Menara’ karangan teman saya A Fuadi di tempat yang sama. Jadi sekalian bisa ngabuburit. Acara ini dihadiri sekitar 100 pengunjung yang terdiri dari anak muda anggota YISC dan masyarakat umum. Tanggapan terhadap acara ini cukup baik ditunjukkan dengan banyaknya peserta yang ingin bertanya. Acara yang dimulai pukul 16.00 ini berakhir sekitar pukul 17.30. Jadi, waktu berbuka tinggal sebentar lagi. Mau buka di mana? (more…)

Punggahan

August 20, 2009

Sebentar lagi Ramadhan akan tiba. Ingatan saya kembali ke beberapa tahun silam saat saya masih SD dan tinggal di perkebunan di Gohor Lama, dua jam perjalanan dari Medan, Sumut. Sesuai tradisi setempat, pada malam pertama Ramadhan, sholat tarawih belum dilakukan. Ini berbeda dengan tradisi yang umum berlaku di mana sholat tarawih langsung dilakukan pada malam pertama Ramadhan.

Di lingkungan perkebunan, malam pertama ini disebut punggahan. Pada sebagian daerah disebut dengan munggah. Satu hari menjelang puasa biasanya terlihat orang berseliweran membawa rantang untuk disampaikan kepada orangtua atau orang yang dituakan.

Secara bahasa munggah artinya naik. Barangkali karena memasuki Ramadhan, jiwa kita akan naik derajatnya menjadi lebih baik dan lebih bertakwa. (more…)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 30 other followers