Kerang Rebus dan Sate Kerang
Kerang rebus memang mudah ditemukan di Jakarta, tetapi tidak jika bumbunya seperti yang di Medan.Bumbu kerang rebus Medan memang sangat khas.
Ada kacang yang ditumbuk seperti bumbu gado-gado; ada parutan nanas; ada bawang putih; ada sedikit saus tomat; dan sedikit kecap Sinar Langkat. Kalau mau ditambah cabe rawit giling yang masih hijau juga boleh.
Satu porsi kerang rebus berisi sekitar 10 ekor kerang. Harganya sekitar 4.000-6.000 perak. Kalau belum makan nasi, saya bisa menghabiskan 3 porsi kerang rebus.
Warung kerang rebus di Medan memang spesialis menjual kerang, tidak menjual yang lain. Di perempatan Simpang Limun berjejer 4 sampai 6 penjual kerang rebus dari pukul 5 sore sampai pukul 9, tergantung habis atau tidak.
Ada lagi penjual kerang rebus yang agak elit. Letaknya di Jalan Salak. Di sini harganya dua kali lipat dari tempat lain. Memang kualitas kerangnya pilihan. Tidak ada yang bau.
Di tempat ini juga dijual susu segar yang biasanya diminum bersama sirup markisa. Minuman yang aneh bagi orang luar Medan.
Kalau di Jakarta, biasanya bumbu kerang rebus tidak menggunakan nanas. Bahkan terkadang kacangnya tidak terasa, sehingga rasa sausnya saja yang muncul.
Selain itu, kerang di Jakarta kecil-kecil sehingga menyulitkan orang yang memakannnya. Belum apa-apa sudah capek duluan. Capek deh…
Satu lagi olahan kerang yang saya sukai adalah sate kerang. Biasanya sate kerang dijual secara berkeliling oleh anak-anak atau remaja tanggung.
Di setiap pom bensin (di Medan disebut galon) biasanya sudah menunggu anak-anak penjual sate kerang. Asal mereka katanya dari Lubuk Pakam, sekitar 20 km dari Medan. Mereka berpencar menyerbu kota Medan dengan sate kerang mereka.
Biasanya, selain sate kerang juga ada sate jengkol dan sate kentang. Semua sate ini sudah siap makan. Jadi tidak perlu dibakar lagi. Bumbunya menyerupai bumbu rendang, meski tidak selengkap rendang untuk daging.
Kalau di Jakarta, memang sulit mencari sate kerang. Di samping supply-nya tidak stabil, teluk Jakarta yang tercemar juga menyebabkan populasi kerang berkurang. Seandainya pun ada, kita agak khawatir menyantapnya. Salah-salah bisa ketularan bahan kimia yang membahayakan. Halah…
Selain direbus dan dibuat sate, kerang juga enak dimasak tauco, digulai dan disambal lado. Kalau mau ditauco tinggal menambah irisan cabe hijau, bawang putih, bawang merah dan tauco. Kerang yang sudah digoreng setengah matang ditumis dengan bumbu tadi. Rasanya luar biasa…(Hery Azwan, 28/2/2008)
Tags: Bumbu Kacang, Kerang Rebus, Kuliner, Mak Nyus, Sate Kerang, Wisata Kuliner Medan
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.
June 9, 2009 at 3:38 pm
jenis kerangnya apa ya????biar aman dikonsumsi bgmana kiat2 untuk memilih kerang yg segar dan yang gak segar.trimz
November 2, 2009 at 5:59 am
Saya kepengennya sate jengkol, haha…