Menggenapkan Ikhtiar Melalui Laparoskopi

Akhirnya telah kami sempurnakan ikhtiar untuk memperoleh keturunan. Pada hari Kamis 17 Januari 2008 pukul 06.30 istriku menjalani operasi ‘laparoskopi’ di RS Bunda Menteng.

Rahasia Tuhan

Lebih dari tiga tahun kami menikah, namun belum ada tanda-tanda kedatangan junior. Berbagai jawaban basa-basi selalu kami siapkan untuk menangkis pertanyaan basi dari kerabat, baik pada saat Lebaran maupun acara keluarga.

Jengkel juga menghadapi pertanyaan seperti ini. Kami seolah menjadi terdakwa. Seolah kamilah yang KB, bukan Keluarga Berencana, tapi Kagak Becus “membuat anak”. Barangkali orang sering lupa dalam hidup ini ada yang controllable dan ada yang uncontrollable.

Memilih sekolah, pekerjaan, hobi, cita-cita dan jodoh barangkali merupakan hal yang controllable. Tetapi bagaimana dengan “membuat anak”. Apakah controllable juga?

Making love-nya mungkin iya, termasuk dengan berbagai posisinya. Bolehlah jika ditambah dengan berbagai menu yang menunjang. Tetapi sesudah itu? Setelah sperma dipancarkan ke rahim, apakah manusia masih mempunyai kendali secara alami untuk memastikan salah satu sperma mencapai indung telur?

Ingin rasanya aku berdebat panjang dengan orang-orang yang selalu mempertanyakan “kekosongan” kami. Lama aku termenung. Terkadang bingung juga. Apa rahasia Sang Khalik di balik penciptaan manusia. Apakah Dia sudah menggariskan dari wanita mana akan lahir “makhluk”-Nya? Apakah manusia punya kuasa untuk memanifestasikan penciptaan makhluk Tuhan di muka bumi ini?

Sering terjadi, wanita yang diperkosa, ternyata hamil. Padahal secara psikologis wanita tersebut tidak menginginkan kehamilan ini. Begitu juga yang terjadi dengan beberapa pasangan ABG yang berpacaran di luar batas. Baru coba-coba ternyata hamil.

Sementara sering dikatakan dalam buku psikologi bahwa apabila seseorang tidak memikirkan suatu hal maka hal tersebut tidak akan pernah terjadi.

Sebaliknya, banyak orang “normal”yang sudah bertahun-tahun mendambakan kehadiran seorang anak, namun mereka tidak memperolehnya.

Kebimbangan Itu?

Sudah lebih dari 3 dokter kandungan yang kami datangi. Setahun terakhir kami istikomah untuk bermakmum kepada Dr Wachyu Hadisaputra. Kami pasrah saja dan ikut apapun yang disuruhnya. Sudah berbagai tindakan yang diterapkan kepada istriku mulai dari terapi hydro, terapi hormon dsb. Terakhir beliau merekomendasikan istriku untuk menjalani laparoskopi. Makhluk apa pula itu?

Gampangnya, laparoskopi adalah sebuah tindakan untuk melihat kondisi rahim dengan menggunakan kamera kecil. Dengan teknologi ini, seolah-olah mata dokter berada di dalam perut. Setelah terlihat ada kerusakan atau ada sesuatu yang bermasalah, maka kerusakan dapat langsung diperbaiki.

Dokter Wachyu memberikan keleluasaan waktu sebelum kami memutuskan menerimanya . “Kalau Ibu sudah siap, datanglah ke sini. Insya Allah setelah laparoskopi bisa ketahuan masalahnya.”

Lama juga kami mempertimbangkan tawaran dokter Wachyu. Keluargaku masih berharap kami mau menggunakan jasa terapi alternatif yang sudah terbukti membuat hamil dua orang kerabat kami. Namun istriku tidak mau lagi ke sana.

Katanya pijatan sang terapis membuat perutnya sakit. Lagipula istriku yang nota bene seorang lulusan farmasi tidak akan percaya begitu saja dengan kapsul herbal berisi jamu yang diberikannya.

Selain itu, kami juga pernah dimarahi seorang dokter kandungan di RS Dharma Nugraha. Dokter yang sudah cukup tua tapi nyentrik tersebut dapat menebak suara hati kami.

”Jangan panik, baru dua tahun. Kalian masih muda. Jangan pergi ke dukun”.

“Nggak, Dok. Bukan dukun, dipijat kok, Dok”, kilah kami.

“Ini kerjaan dukun. Posisi rahimnya berubah ini,” sambung sang dokter.

Mendengar ini kami jadi malu. Semenjak itu kami tidak pernah ke terapis alternatif tadi, dan tidak pula ke dokter tadi.

Istriku Siap

Lebih dari 6 bulan sejak “fatwa” itu dikeluarkan Dr Wachyu, istriku menyatakan kesiapannya. Tanya sana-sini mengenai biaya ternyata cukup mahal juga, yaitu sekitar 20-30 juta rupiah. Wow…

Alhamdulillah istriku berhasil memperoleh surat jaminan dari kantornya untuk meng-cover biaya operasi laparaskopi, meski tidak penuh, yaitu sekitar 50-75%.

Tak apalah, sisanya bisa kami ambil dari tabungan. Intinya, dari segi biaya tidak ada masalah. Tapi ternyata RS Bunda tidak menerima surat jaminan.

Akhirnya kami harus menalangi duluan. Untung ada kartu kredit. Tinggal gesek dari tiga keping kartu kredit kami. Maklum plafon satu kartu kredit kami tidak mencukupi.

Operasi akan dilakukan pukul 06.00 hari Kamis 17 Januari 2008. Malam sebelumnya istriku sudah harus masuk rumah sakit. Prosesi sebelum operasi ini mirip sekali dengan apa yang diceritakan Dahlan Iskan pada buku Ganti Hati.

Di antaranya, sebelum operasi perut harus dikosongkan. Sebagai perangsangnya dimasukkan salep tertentu ke lubang dubur sehingga pasien langsung merasa mules. Bulu yang ada di sekitar area operasi juga harus dicukur habis.

Peraturan RS Bunda sangat ketat. Tidak ada penunggu yang boleh tinggal di kamar pasien kecuali di ruang VIP. Akibatnya, aku harus pulang ke rumah. Esoknya, pukul 04.30 aku berangkat dari rumah dan tiba di RS pukul 05.30.

Aku minta izin kepada resepsionis untuk menemui istriku sebelum operasi. Istriku ternyata sudah dibawa ke ruang tunggu di sebelah ruang operasi. Kami mengobrol sebentar. Pukul 06.35 Dr Wachyu masuk ruangan operasi. Setelah itu aku tak tahu lagi apa yang terjadi di dalam.

Pukul 07.20 seorang perawat memanggilku, meminta persetujuan pemasangan sebuah alat seperti kain kasa. Katanya alat tersebut permanen dan tidak akan dicabut lagi dari tubuh istriku.

Harganya sekitar 2,3 juta. Aku langsung tanda tangan. Tidak mungkin aku menolak. Semahal apapun, karena sudah terlanjur dioperasi, semua kebutuhan operasi harus dipenuhi.

Pukul 08.40 aku dipanggil Dr Wachyu di ruang tunggu operasi. Dia menunjukkan foto-foto di dalam rahim istriku. Tidak sepenuhnya kupahami apa yang disampaikan Dr Wachyu.

Intinya sih beliau sudah membuang polip yang sudah hampir menempel di usus. Kemudian juga ada endometriosis yang sudah dibuang, serta pelengketan yang dibuka. Alat seperti kain kasa tadi juga ditunjukkan oleh beliau. Infeksi di sekitar rahim juga sudah diperbaiki.

Canggih sekali teknologi rumah sakit saat ini. Isi perut bisa difoto. Ini masih belum seberapa. Ternyata Dr Wachyu memberikan rekaman proses operasi dalam media DVD.

“Nanti Bapak bisa lihat di DVD ini. Pasti lebih jelas”, katanya berpromosi. Aku belum bisa membayangkan bagaimana isi DVD ini.

Pukul 09.00 mertuaku datang. Istriku belum bisa siuman, jadi belum bisa dikunjungi. Aku mengajak mereka menunggu sambil membaca koran.

Secara kebetulan ada artikel tentang laparaskopi di Media Indonesia hari sebelumnya. Hanya saja di artikel ini laparaskopi digunakan untuk penyembuhan pencernaan. Katanya di Indonesia baru ada 80 orang dokter yang bisa melakukan laparaskopi dalam bidang pencernaan.

Di artikel ini juga ditunjukkan gambar hasil tubuh setelah operasi konvensional dan operasi laparoskopi. Pada operasi konvensional ada gari bekas pisau bedah. Sementara pada laparoskopi hanya ada tiga titik kecil yang membentuk segi tiga, bekas lubang kamera dan peralatan bedah yang mungil. Namun, aku tidak membayangkan istriku akan diperlakukan sama.

Dalam benakku, kamera akan dimasukkan dalam vagina. Kelak setelah aku boleh menjenguk istriku baru aku tahu kalau bekas luka istriku sama dengan yang di koran tadi.

Canggihnya Laparaskopi

Walaupun sudah siuman, istriku belum boleh dijenguk karena masih tertidur. Sambil menunggu waktu aku memasang DVD operasi pada laptop yang kubawa dari rumah dan menontonnya bersama mertuaku.

Subhanallah, begitu canggihnya teknologi ini sehingga mampu melihat isi rahim secara detil. Adegannya seperti adegan film petualangan atau film tentang pembasmian alien. Kami juga melihat bagaimana alat ini bisa membakar organ pengganggu seperti solder panas membakar timah.

Warna organ normal berkisar dari putih menuju gradasi merah. Organ berwarna biru rupanya organ yang bermasalah. Organ ini dibakar. Mungkin ini organ berbahaya, semacam endometriosis (aku tidak tahu persis). Polip yang berbentuk gelembung juga dibakar oleh Dokter. Alat-alat yang digunakan ada yang mirip tang dan ada yang mirip capit kepiting.

Organ yang dibuang disedot oleh sejenis pipa. Baru melihat beberapa adegan Ibu mertuaku tidak tega melanjutkan menonton adegan selanjutnya.

Yang diberikan kepada pasien tidak keseluruhan, hanya penggalan atau resumenya saja, kira-kira sepuluh menit. Tetapi ini sudah cukup bagi kita untuk melihat dengan jelas apa yang dilakukan dokter. Jika nanti ada malpraktek atau tuntutan dari pasien, DVD ini mungkin dapat dijadikan barang bukti.

Dokter Wachyu meningformasikan kalau pasca laparoskopi ada tiga kali suntikan. Namanya tapros, dan dilakukan setiap bulan.

“Pernah dengar tapros, khan?”, kata Dr Wachyu.

“Pernah, Dok. Yang harganya sejuta-an ya?”, kataku sok tahu.

“Sekarang sudah 1.8 juta”, jawab Dr Wachyu.

“Wah, mahal amat. Seperti kedele aja naiknya dua kali lipat”, gumamku dalam hati.

“Insya Allah setelah tiga bulan, istri Bapak bisa hamil”, hibur Dr Wachyu dengan meyakinkan.

“Mudah-mudahan, Dok.”

Pasca Laparaskopi

Pukul 11.15 istriku dipindahkan dari ruang tunggu operasi ke kamar. Dia masih tertidur. Setelah tiba di kamar istriku terjaga. Dia menyingkap baju seragamnya, untuk memperlihatkan bekas luka.

Wow, mirip dengan yang kulihat di koran tadi. Ada tiga bekas luka yang masih ditutup perban. Infus masih melekat. Kateter juga masih dipasang. Istriku belum boleh minum sampai dia kentut.

Pukul 14.00 siang istriku belum kentut juga. Suster ternyata membolehkan istriku minum, meski sedikit. Apakah dia sudah mendengar istriku kentut? Entahlah.

Sore itu istriku sudah diperbolehkan makan, meskipun baru bubur. Keesokan harinya istriku sudah boleh makan nasi. Secara umum, proses pemulihan pasca operasi relatif cepat. Hari kedua sudah boleh pulang. Bandingkan dengan operasi Dahlan Iskan yang setelah seminggu baru boleh menulis lagi.

Tentu tidak dapat dibandingkan antara operasi laparaskopi rahim dengan operasi ganti liver. Meskipun sama-sama dibius total, operasi laparaskopi hanya berlangsung sekitar 20 menit sampai dua jam. Bandingkan operasi ganti hati yang berlangsung 5 jam dan dibius selama 18 jam.

Meskipun relatif lebih ringan, namun efek operasi ini cukup lumayan. Hari ini istriku masih merasakan nyeri pada jeroannya. Tentu saja bekas-bekas luka akibat dibuangnya organ masih terasa. Dokter memberi surat cuti selama 7 hari.

Istriku mencoba sholat dengan berdiri, tetapi masih sakit. Lalu, dia mencoba dengan duduk. Masih sakit juga. Akhirnya dia melakukannya dengan berbaring saja. Aku memohon kepada para pembaca blog ini untuk mendoakan agar istriku bisa segera sembuh. Semoga semakin banyak yang berdoa semakin mustajab doanya.

Kemudian, kelak kami bisa keluar dari RS dengan membawa bayi seperti pertanyaan staf administrasi saat pelunasan biaya administrasi,” Bayinya pulang juga ya, Pak?”

“Belum ada bayinya, Mbak. Cuma operasi,” kataku sewot. (Hery Azwan, Jakarta, 18/1/2008)

banner 12

About these ads
Explore posts in the same categories: Diary

Tags: , , , , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

185 Comments on “Menggenapkan Ikhtiar Melalui Laparoskopi”

  1. ita Says:

    Pak Hery, semoga ikhtiar yang bapak dan istri lakukan berhasil ya. JAngan lupa pak solat malam dan doanya karena walau kita telah berusaha, hanya Allah menentukan jalan akhirnya. Semoga istri Bapak cepat hamil ya. Salam kenal, Ita.

    • santi Says:

      Tanggal 31 Des 2009 saya operasi laparos kopi, Alhamdulillah yg Pak Hery utarakan sama kasusnya spt saya, bedanya setelah operasi lusanya saya langsung disuruh pulang kelampung oleh DR. Tono, SPOg dirumah sakit Hermina bandung. dan sudah seminggu saya menjalani operasi Laparoskopi. yang ingin saya tanyakan apakah masih ada keluhan pada istri bapak?

    • ika Says:

      bagaimana pak,sekarang sudah ada momongan?saya jg sudah lama belum punya anak.

  2. heryazwan Says:

    Terima kasih, Mbak Ita atas support-nya. Sholat malamnya emang kurang. Mudah2an laparaskopi + sholat malam bisa berhasil. Amin

  3. akbarramli Says:

    HA, semoga ikhtiar yang telah dilakukan dapat berhasil yaa…
    Kita sebagai hamba allah hanya bisa berusaha dan berdoa… semua allah yang menentukan…
    Semoga HA dan Istri cepat dapat momongan…

  4. vizon Says:

    My bro Hery,

    Sebagai masyarakat Timur, kita selalu terjebak dengan stigma; “sebuah rumah tangga mesti punya keturunan”. Stigma ini menafikan fenomena biologis pada masyarakat modern, sehingga sebuah pasangan yang tidak kunjung dapat keturunan seringkali “dihakimi”.

    Korban terbanyak dari stigma ini adalah istri. Dengan alasan untuk meneruskan keturunan, maka seringkali seorang suami menikah lagi, entah itu atas dasar kemauan sendiri atau desakan orangtua.

    Aku salut dengan usaha yang dikau lakukan. Itu memang sudah seharusnya. Tapi, jangan lupa untuk menyisakan sedikit ruang di hatimu untuk bertawakkal kepada Allah atas semua usaha. Karena hanya Dia yang tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya. “Faidza ‘azamta fatawakkal ‘alallah”…

    Kakakku sudah lebih dari 16 tahun menikah. Segala usaha telah dilakukan, bahkan program bayi tabung pun telah dilakoni, di Singapura, dua kali pula. Hasilnya, nihil..

    Tapi, Allah Maha Adil. “Kekurangan” mereka diganti-Nya dengan limpahan materi. Bisnis apa saja yang dibuat, selalu sukses. Sehingga, dengan limpahan rejeki itu, mereka sekarang telah memiliki ratusan “anak”, meski tidak terlahir dari rahimnya.

    Maka, tetaplah berprasangka baik kepada Allah.

    Ok bro, keep on ur fight, never give up, I pray for u..

  5. anis Says:

    Ass. Bp Hery
    Alhamdulillah, nasib saya mirip dengan istri Bapak. Hanya saya melakukan laparoskopi tgl 22 Desember di RS Cengkareng untuk mengambil endometriosis si kedua indung telur saya, kemungkinan hal ini yang menyebabkan belum ada tanda-tanda kehamilan setelah setahun menikah. Alhamdulillah sejak dua minggu yang lalu saya sudah mulai masuk kerja, tapi ya masih gitu…terasa perih n awalnya terasa senut-senut kalau kecapean jadi masih sering meliburkan diri hehehe. Siklus menstrulasi juga berubah tapi katanya tu lumrah. sabar aja ya dan saling mendoakan semoga cepat terkabul apa yang selama ini dicitakan. Aminn. (bisa reply: anis_djogja@yahoo.com;kali bisa berbagi informasi)
    Wass

  6. Dian dee Says:

    Assalamualaikum Pak Hery,

    saya doain semoga istrinya cepet pulih, dan setelah selesai tapros bisa langsung hamil ya pak :)

    saya jg sedang dlm rencana tuk laparoscopy sm dr. Wachyu dlm waktu dekat…

    saya menemukan blog Bapak ini dr search google mengenai laparoscopy dan dr. Wachyu. saya benar2 merasa blog Bapak ini bermanfaat bwt saya dan suami, secara saya pun akan menjalani hal yg sama dlm waktu dekat ini… InsyaAllah…tolong doanya juga ya pak

    wass

  7. yulianti Says:

    Assalamualaikum, wr, wb..

    Dear all, terima kasih untuk commentnya dan doanya. Kami seperti diberi kekuatan untuk terus ikhtiar dan tawakal..

    Bagi teman-teman yang mengalami hal yang sama dengan saya, mudah-mudahan blog ini dapat memberi kekuatan juga untuk berani menjalani laparoskopi..

    Kami bersyukur setelah laparoskopi ini kami jadi tau kemungkinan terbesar penyebab kebelum-hamilan saya..Mudah-mudahan setelah proses ini Allah memberi ijin kami untuk memiliki keturunan.

    Wass.

    For my hubby, thanks for your support and your love. We will always be happy with or without children..:) muah muah

  8. Ibu Omar Says:

    Ass wr wb…

    Pak Herry, saya sungguh terharu sekali baca tulisan Bapak, pengen nangis.
    Turut berdoa semoga Mbak Yulianti segera diberi momongan Amin.
    Saya juga baca Dahlan Iskan – Ganti Hati..bagus,bagus dan bagus.
    Salam dari kami, Ayah Omar,Ibu Omar & Omar untuk Bapak dan Keluarga.

    Wassalam,

    -Ibu Omar-

    Hery Azwan:
    Terima kasih atas doanya untuk Ibu Omar dan keluarga.
    Semoga keluarga Ibu juga selalu diberi rahmat dan karunia Allah Swt.
    Bagus, bagus dan bagus (jadi teringat bunda Hetty)

    Salam

  9. Yaya Says:

    Ass. Alhamdulillah saya juga sudah dilaparoskopi oleh dr wachyu,3 hari sebelum istri bapak. Saya sudah suntik tapros pertama 2 minggu lalu. Tapi masih mens mulai 3 hari lalu. Mudah2an usaha kita semua diberkati Allah ya Pak. Amin. Salam buat istri. Wassalam

  10. maya Says:

    Assalamu alaikum Pak Hery..
    Saya terharu sekali membaca tulisan Bapak. Saya jg sudah 4tahun menikah dan masih berikhtiar utk mendapatkan anak.

    Terima kasih atas penjelasan mengenai laparoskopi. Saya jg sedang berobat dengan Dr. Wachyu, dan bila bulan dpn saya msh haid, saya akan menjalani operasi laparoskopi.

    Semoga istri Pak Hery segera pulih dan semoga segera diberikan keturunan oleh Allah SWT. Amiin.

    Wassalam

  11. Arief Rachman Says:

    Assalamualaikum.

    terimakasih atas tulisan bapak yang telah memotivasi saya untuk mendukung istri saya yang segera laparoskopi kistektomi. berbeda dengan istri bapak yang hanya endometriosi, kalau istri saya selain endo juga penyumbatan tuba yang disebabkan hydrosalpinx. yang akhirnya harus diangkat tuba sebelah kirinya. kalo dibiarkan bisa merusak rahim. rada shock juga sih. karena berarti kesempatan hamil hanya dari sebelah kanan. semoga tidak menghalangi kami untuk cepat punya momongan.
    jujur, proses menuju kehamilah sangat mendewasakan kami. terutama

    1. melatih kami mengambil keputusan yang sulit.
    2. menerima dengan ikhlas semua kehendak Allah Swt.
    3. ikhitar.. ikhtiar.. ikhtiar.. dalam kerangka sebuah ibadah.
    4. meningkatkan saling memahami & mengasihi antara suami istri

    rekan-rekan mohon doa dan dukungannya. isteri saya segera laparoskopi tgl 19 maret 2008 ini. terimakasih.

    kalo ada tips dan saran saya sangat berterimakasih.

    form heryazwan to Arief Rachman
    Semoga ikhtiar Bapak dan istri berhasil. Tetap tabah. Amin

  12. Anna Says:

    Assalamualaikum,

    Terima kasih atas tulisan bapak. saya menemukannya ketika akan mencari info tentang laparoskopi. Saya sangat tersentuh oleh tulisan bapak apalagi saya juga akan menjalani laparoskopi besok d RSB YPK. Tapi kasus saya sedikit berbeda. Saya sekarang sedang memasuki kehamilan minggu ke 13. Justru saya mengetahui ada kista setelah cek kehamilan 4 minggu ke dokter kandungan, sangat terkejut waktu itu karena tidak ada gejala apapun sebelumnya. Saat ini ukuran kistanya sudah lebih dari 10 cm. Lebih besar dari ukuran janin saya sedikit.Saat ini saya sedang berdebar-debar menanti saat laparaskopi besok. Terutama karena saya khawatir terhadap janin saya.Tapi saya berserah diri kepada Allah STW. Menyempurnakan ikhtiar seperti yang bapak tulis itulah yang akan saya lakukan karena kista nya memang harus dibuang, kista dapat menyebabkan kontraksi yang berbahaya buat kandungan saya.
    Saya mohon doanya semoga saya dan janin saya bisa selamat dan baik-baik saja. Untuk bapak dan istri juga kawan-kawan yang sedang menanti momongan semoga Allah SWT segera mengabulkan doa kita semua.
    Semoga Allah SWT senantiasa menyertai kita dalam setiap langkah kita. Amin.

    Saya doakan ibu kuat menjalan operasi. Semoga janinnya tetap kuat dan tidak terpengaruh dengan kistanya.

  13. Oni Says:

    Assalamualaikum. Wr.Wb, Pak hery salam kenal dari kami sekeluarga. Sebelumnya saya ingin mengucapkan syukur Alhamdulillah telah menemukan tulisan Bapak ini. Dan memang setelah membaca tulisan Bapak, saya menjadi lebih tenang dan terbuka pikiran saya untuk menjalani laparaskopi seperti ibu Yuli, ternyata banyak yang nasibnya sama seperti saya. Insya Allah, Saya jg calon pasien dr. Wahyu dan akan menjalani laparaskopi seperti istri bapak. Mudah2an kita semua diberi kekuatan dan ketabahan dalam menanti buah hati ya pak dan yang terpenting semoga ridho Allah bersama kita selalu..Amin.
    Salam hormat saya untuk Ibu Yuli ya Pak…
    Terima kasih banyak, (mungkin suatu hari kita bisa sharing ya pak heri dan ibu yuli..)

    Syukur jika tulisan ini bisa memberikan pencerahan. Saya doakan bapak/ibu juga diberi ketabahan. Semoga kita semua selalu diberi rahmat-Nya. Amin

  14. bulan Says:

    Percayalah, tidak ada sesuatu yang tidak mungkin bagi Allah SWT. Dan kita tidak akan pernah tau apa rahasia Allah serta kapan do’a & impian kita akan terwujud…
    Pak Herry & Ibu Yulli, saya pernah merasakan seperti yg kalian alami. Hampir 4 tahun penantian, udah gak karu2an rasanya hati.. Tapi yah mau bagaimana lagi..semua saya pasrahkan sama Allah, toh hidup ini adalah milikNya, saya hanya menjalani saja… Saya mencoba ikhlas dan mengambil hikmah dari semuanya dan selalu berpositif thinking kepada Allah. Allah selalu adil, mungkin inilah waktu bagiNya untuk menguji saya… Dan disaat kepasrahan itu, karunia Allah datang juga. Alhamdulillah akhirnya saya dinyatakan hamil oleh dokter, saat ini kandungan 12 minggu. Mohon do’a semoga saya dan bayi dalam kandungan ini selalu sehat tidak kurang suatu apapun. Saya do’akan semoga Pak Herry & Ibu Yulli segera dikaruniai keturunan yang sehat lahir dan bathin. Amiin…

    Terima kasih atas doanya Mbak. Semoga kandungan Mbak juga baik2 saja dan bayinya lahir dengan selamat. Salam Kenal

  15. Isty Says:

    Pak Herry..
    saya bakal menjalani laparoskopi tsb, bbrp hari lagi.
    Semalam baru diputuskan oleh prof.ichramsjah dari RSIA Budhi Jaya, RS tempat saya berobat.
    setelah baca posting ini, saya agak lega, krn sudah terbayang mekanisme yg akan saya jalankan seperti apa..
    ini juga tdnya dalam rangka program untuk m’dptkan keturunan.
    ternyata ada kista & endometriosis juga.

    mbak isty, terima kasih sudah mampir ke sini.
    semoga operasinya berjalan lancar.
    amiinnnn…

    • novri Says:

      Dear Pak Hery,

      Terima kasih untuk sharingnya.
      Kebetulan senin besok saya akan melakuka laraskopi ini dalam rangka untuk mendapatkan keturunan juga.

      sama seperti Mba Isty, saya ditangani oleh Prof Ichramsyah di RSIA Budhi Jaya.

      Yang mau saya tanyakan, apakah rasa nyeri dijeroan istri Bpk masih berasa sampai sekarang atau tidak? dan , maaf nih Pak, apakah sudah berhasil programnya?

      Dear Mba Isty,

      Mohon infonya bagaimana setelah ditangani oleh Prof Ichramsyah.

      Terima kasih :-)

      -Novri-

  16. Adji Says:

    Hallo bapak hery, saya membaca tulisan bapak setelah mencari cari info laparaskopi via search engine google, alhamdulillah saya menjadi paham mengenai metode ini, Istri saya juga mengalami hal yang sama setelah dilakukan usg via bawah di vonis kena endometriosis di rahim sebelah kanan dan kiri panjangnya 2,5 cm dan harus dilakukan tindakan dengan laparoskopi di surabaya sebelumnya dokter tidak pernah memberikan treatment apapun, dan solusinya hanya itu.
    oh ya bagaimana sudah ada hasil yang menggembirakan, setelah dilakukan operasi 3 bulan yang lalu? kami berdoa semoga bapak sekeluarga cepat diberikan momongan Oleh Allah Swt.
    Mohon maaf apabila berkenan saya ingin sharing dengan bapak apakah istri Bapak pernah di usg bawah pada saat hari ke -14 (masa subur) setelah Haid ? bagaimana keadaan saluran, sel telur dan rahimnya? apakah pada saat datang bulan merasa kan nyeri/sakit di sekitar panggul ?, Keadaan istri saya 1 tahun belakangan ini haid hanya 3-4 hari saja dan hari ke 5 sudah bersih, saluran ke rahim lancar sudah dilakukan HSG, namun ukuran sel telurnya pada masa subur di sebelah kanan mengalami pembesaran dan dan sebelah kiri lebih kecil dari ukuran normal. diagnosa dokter karena endo apakah gejalanya mirip dengan keadaan istri Bapak?
    terima kasih sebelumnya atas perhatian

    Terima kasih sudah berkunjung, Pak Pajak, eh Pak Moer.
    Sampai saat ini kami terus berupaya.
    Untuk jawaban lebih detil nanti saya japri aja ya…

  17. Adji Says:

    terima kasih atas perhatian pak hery jika berkenan untuk memberi Japri tapi ke alamat ini saja karena tadi salah ejaan thanx

  18. Oni Says:

    Ass.wr.wb, apa kabar pak Hery? ketemu lagi ya..sedikit ingin bertanya, kalo bapak berkenan, yaitu mengenai setelah operasi laparoskopi istri bapak, apakah terjadi perdarahan setelah operasi? karena konon katanya pisau yang digunakan tidak menimbulkan perdarahan, bagaimana yang terjadi dengan istri bapak? tkb saya tunggu jawabannya dan salam hormat untuk istri bapak..

    Operasi ini tidak menggunakan pisau, melainkan sejenis sinar laser. Kalau Pak/Bu Oni pernah melihat orang menyorder, begitulah perumpamaannya. Jadi, pisau seperti alat sorder, terus organ yang akan dipotong atau dibuang seperti timah. Jadi pisaunya tinggal dipanasi, dan ditempelkan, maka terbakarlah organ yang akan dibuang. Adapun tiga lubang kecil untuk memasukkan pisau dan kamera dalam beberapa hari sudah kering lukanya. Jadi tidak ada pendarahan yang berarti.
    Salam.

  19. Oni Says:

    Tkb ya Pak Hery, Insya Allah bulan depan saya gantian yang akan menjalani operasi dengan dr. Wachyu seperti ibu Yuli…

    Doa para blogger merestui Bapak/Ibu Oni.
    Semoga operasinya berjalan lancar.
    Amin…

  20. Oni Says:

    Ass.wr.wb, pak Hery, mohon maaf sebesar-besarnya, ternyata jawabannya belum ada, atau saya gak tau cara bukanya (maklum agak2 gaptek pak..) mungkin bisa dikirim melalui oni_agus@yahoo.com, mohon maaf sekali lagi, saya tunggu ya pak, tkb

    Saya sudah kirim ke email Bapak/Ibu, tapi kok nggak nyampe ya? Mungkin dianggap spam apa ya? Jawaban sudah saya berikan pada komen Bapak yang sebelumnya. Terima kasih kembali.

  21. Oni Says:

    Ass.wr.wb, pak Hery sudah saya terima jawabannya, ternyata benar masuk sebagai spam, tapi gpp kok, terima kasih banyak, lain kali boleh tanya-tanya lagi ya pak, dan terima kasih banyak buat doanya, saya makin kuat untuk menjalani operasinya nanti bulan depan. Oh..ya pak hery, saya perempuan lho, jgn dipanggil bapak lagi ya..(he..he..he..)

    Maaf kalau saya panggil bapak, soalnya setahu saya Oni seringnya laki-laki. Ini kan sama dengan Iman Abdulmadjid atau Irshad Manji yang kalau kita tidak pernah tahu, pasti menganggap mereka berdua sebagai pria.
    Para blogger, mari kita doakan semoga Mbak Oni lancar menjalani operasi. Amin…

  22. Oni Says:

    Ass.wr.wb. Pak Hery terimakasih untuk doanya sekali lagi.Oh.ya pak Hery yang dikatakan dr. Wachyu kepada Bapak dan istri persis seperti yang dikatakan kepada saya dan suami, beliau mengatakan 3 bln setelah operasi Insya Allah pasti hamil, buat kami ini support agar terus berusaha dan jangan putus asa dalam menggapai cita2 kami dalam memperoleh keturunan..Amin. Salam hormat saya untuk Ibu Yuli, tkb

    Sukses selalu buat Mbak Oni. Salam saya dan istri.

  23. Isty Says:

    Pak Herry,

    Pengalaman istrinya SAMA banget dgn yg saya jalanin. Bedanya saya ada usus buntu yg sdh meradang, jadi saat itu juga diangkat. Jadi total saya bedrest 3 minggu. Ada2 aja ya pak penyakit jaman skrg.. tapi apapun bakal saya tempuh demi hadirnya seorang baby..
    mudah2an usaha kita membuahkan hasil.. amin

    Kita hanya bisa berikhtiar.
    Berhasil atau tidak merupakan hak Allah.
    Semoga usaha kita diridhoi-Nya.
    Amin

  24. The DaPoer Says:

    Halo Pak Hery dan istri, thanks buat sharingnya mengenai laparoskopi, saya juga baru operasi seminggu yang lalu :) jadi sekarang masih recovery. Semoga cepat diberi momongan ya, Pak, salam kenal dari saya.

    Salam kenal juga.
    Saya doakan juga semoga Mbak dapat segera recovery pascaoperasi dan cepat dapat momongan.
    Amien…

  25. jeunglala Says:

    Pak Hery,
    saya malah baru baca posting-an yang ini…
    Any updates?

    Btw, tulisan yang ini makin mengukuhkan kepiawaian menulis Pak Hery …
    Bagus banget!!!
    *iri, pingin bisa*

    Updatesnya ada pada komen di bawah ini.
    Btw, arigato gozaimasu untuk pujiannya.
    Jika Anda puas, beritahu teman.
    Jika Anda kecewa beritahu kami (seperti slogan rumah makan padang aja).

  26. heryazwan Says:

    Update: 10 Juni 2008.
    Sudah hampir lima bulan pasca operasi, istriku bulan ini ternyata telat.
    Tetapi kami masih ragu-ragu karena pada masa subur bulan ini, tidak ada telur yang kelihatan melalui USG. Meski demikian, saat itu Dr Wachyu mengatakan bahwa kehamilan bisa saja terjadi jika Allah menghendaki.
    Setelah telat lebih dari seminggu, istriku kembali ke Dr Wachyu.
    Oleh dokter, istriku diberi penguat kandungan. Akan tetapi, dokter belum bisa memastikan apakah istriku hamil atau tidak. Menurutnya, masih terlalu dini untuk menilai.
    Apalagi, setelah istriku mengetes dengan test pack, ternyata masih negatif. Jadi, kami harap-harap cemas menanti.
    Seandainya hamil, kami ucapkan syukur alhamdulillah.
    Jika ternyata akhirnya keluar (mens), alhamdulillah juga karena Allah masih terus menguji kami. Kami akan terus berikhtiar.
    Doa Anda menyertai kami. Amin…

  27. Lin Sunarsih Says:

    Assalam. Wr. Wb.

    Wa alaikum salam Wr Wb.

  28. Lin Sunarsih Says:

    Assalam Wr Wb, saya juga dulu mengalami hal yang sama dengan bapak & ibu setelah 2 thn menikah kami memulai perjalanan panjang ke dokter kandungan. setelah semua tahap kami lewati dlm proses pemeriksaan pasangan yg ingin mempunyai anak dan semuanya dinyatakan sehat, dokter menyuruh saya untuk laparoskopi. saya dilaparoskopi thn 1998 (4thn perkawinan). Hasilnya sungguh sangat mengejutkan dokter mengatakan kalau saya tidak mungkin punya anak secara normal (istilahnya transportasi telur terputus) karena sperma tidak mungkin bertemu dgn sel telur di saluran tuba, indung telur saya posisinya sudah menempel pada dinding perut (yg kiri) sedangkan yg kanan ujung saluran tuba yg berfungsi sbg pengambil sel telur sudah menempel juga. Jadi intinya dokter menyarankan saya untuk ikut program IVF (bayi tabung) karena kondisi organ2 saya tidak mungkin diperbaiki lagi. Ini semua disebabkan oleh sang endometriosis. Setelah mengumpulkan uang dan terus berdoa kami melakukan IVF thn 2000, 3 buah telur saya diambil dan dibuahi, setelah terjadi pembelahan sel smp 32 (kl gak salah sy agak lupa juga) dimasukkanlah sang zygot tsb. Dan eng ing eng pd minggu ke 10 saya di usg, hasilnya tidak ada janin yg hidup dalam rahim saya. judulnya gatot deh. Syukur Alhamdulillah sy punya suami yg sangat baik, terus terang saya waktu itu sangat down, krn proses IVF ini sepertinya sangat lancar sejak pengambilan sel telur, pembuahan, pembelahan sampai dimasukkan kembali. Suami saya mengatakan rencana Allah itu tidak pernah salah kepada siapapun, mungkin kita tidak diberikan kesempatan memiliki anak karena satu dan lain hal yang kita belum tahu. Setelah gagal IVF kami minta cuti dr dokter selama 6 bln tapi ternyata keterusan sampai 1,5 thn. Habis lebaran Desember 2001 saya telat 5hr tp kebetulan sebelum itu saya br pindah rumah dan langsung bulan puasa jd sy pikir kecapean. Saya periksa ke dokter dan ternyata hamillah saya tanpa program apapun. Akirnya setelah penantian selama 8 thn perkawinan bulan Juli 2002 lahirlah putri kami disusul adiknya Mei 2005. Maaf lho pak Hery cerita saya agak kepanjangan tapi saya ingin sekali memberitahukan kepada para pasangan muda yg punya masalah seperti kita ini, agar jgn putus asa dlm berusaha dan berdoa. Yakinlah selalu Tuhan memberi yg terbaik untuk masing2 umatnya. Karena setelah sy punya anak 2, itu sgt membutuhkan kesabaran yg luar biasa yg mungkin dl kalau sya langsung dikarunia anak, sy pasti gak bisa sesabar sekarang. he he he. Salam dari kami sekeluarga.

    Terima kasih atas sharing Ibu Lin Sunarsih.
    Semoga dapat memberi inspirasi bagi pembaca lain yang bernasib sama.

  29. heryazwan Says:

    Headline News:
    Setelah tiga minggu telat, akhirnya kemarin istri saya memperoleh mens. Dia sangat terpukul. Di kantor dia menangis di kamar mandi. Saya hanya bisa menghibur, “Nanti kita usaha lagi”.

  30. vero Says:

    tetap Semangat……..saya mahasiswa stikes di surabaya sedang melakukan peneltian tentang laparaskopi, yang saya temui banyak pasien ketakutan pasca operasi laparaskopi padal sebenarnya penyembuhan laparaskopi lebih cepat dan nyeri lebih minimal. saya bantu doa semoga istri anda cepat sembuh,
    SeMua IndAh pAda WaktunYa……………

    Wah, kedatangan mahasiswa nih…Kebetulan…
    FYI istri saya sudah sembuh kok. Hanya saja, sampai saat ini belum ada tanda2 kehamilan.
    Padahal bulan lalu sudah telat lho….Akhirnya keluar juga….rutin bulanannya…

  31. linda Says:

    Assalamualaikum pak hery, bru td malam sy cek hsl lab n radiologi ke dr. nud di RS.ASRI. blio blang sy hrs d laparoskopi..sy n suami sempat kaget krn mengapa hrs seperti ini. tp kami ttp hrs mlakukan hal ini krn kmi ingiiiin skali punya momongan. usia pnikahan kmi 6th. sy lngsung cari informasi ttg laparoskopi..dan syukur alhamdulillah sy menemukan blog bpk yg sangat2 bagus….krn dengan membaca blog ini sy jd sangat mengerti ttg laparoskopi dan mau ga mau dan hrs mau sy hrs melakukan operasi itu.. (walaupun klu dibayangin agak degdegan jg ya hehehe..).sy berdoa smoga istri bpk bs cepat punya momongan..Amien..
    Wassalammualaikum wr.wb

    Waalaikum salam, Mbak Linda.
    Alhamdulillah jika blog ini bisa membantu memberikan informasi tentang laparaskopi.
    Mudah2an operasinya sukses ya…

    Salam


  32. Ass.wrb, Pak Hery,

    Beberapa minggu lalu saya diperiksa USg olh dokter, terus ketahuan ada kisat sebesar 6x5cm. Saya sempat shock (sampai skg masih terus kepikiran), karena saya baru merencanakan menikah tapi malah diketahui ada kista. Tapi kata dokter tenang aja, tunggu observasi sekitar 3 bulan, kalo membesar ya angkat , kalo mengecil yah biarkan. Tapi setelah itu saya rajin cari info kanan-kiri, nah saya denger ttg laparoskopi dan tertarik untuk tahu lebih detail, ternyata biayanya tinggi banget yah. Oia, boleh saya tanya Pak, apakah endometriosis itu kista? diameternya berapa sehingga disarankan dokter utk diangkat?. Terimkasih banyak atas infonya, dan semoga perjuangan bapak dan istri berhasil dan dijaba olh Allah SWT.

    Wass.wr.wb.

    Destya

    Dear Mbak Destya,
    Turut prihatin atas diagnosa dokter.
    Saya kurang paham apakah endo itu kista.
    Saya sarankan anda ketik di Google.co.id pada kata “endometriosis kista” atau “kista endometriosis”.
    Kayaknya banyak web yang membahas tentang hal ini.

    Wassalam

  33. Oemar Bakrie Says:

    Pak Hery, saya baru saja menemukan posting Bapak ini jadi baru bisa komentar. Saya hanya bisa turut mendoakan semoga segala usaha dan doa Pak Hery dan istri dapat segera dikabulkan oleh Allah SWT.

    -salam-

    Terima kasih atas doanya, Pak. Amien…
    Btw, jangan panggil Pak dong. Cukup seperti yang lain, “Abang”….
    Ehmmm…maunya…

  34. Oni Says:

    Ass.wr.wb Pak Hery, apa kabar? Alhamdulillah sy sdh Lo, tgl 16 Juni kmrin dgn dr. Wachyu. dan skrg sedng terapi Tapros sampai 3x..Semoga kita semua diberi kesabaran selalu oleh Allah SWT..Amin. Pak Heri sy mau tanya, apa Pak Heri punya no HP dr. Wachyu yg bisa di hubungi, soalnya sy dikembalikan ke dokter yg merawat saya, kalau ada kirim ke email sy ya, saya tunggu, tkb

    Maaf, Mbak Oni. Saya tidak punya no hp-nya…

  35. any hakam Says:

    Assalamu’alaikum pak Hery,

    trima kasih atas tulisannya. memberikan saya pengetahuan tentang laparoskopi dan kegunaannya.

    saya baru kemaren dari treatment hidrotubasi bersama dr. Inayatullah di RS. AZRA. beliau bilang cairan yang dimasukkan tak ada yang tumpah, hanya butuh waktu yang cukup lama dari waktu normalnya. belio bilang saluran tuba saya agak sempit, sehingga air atau sperma gak bisa masuk cepet. trus dokter bilang kalo bulan depan saya masih mens, dirujuk untuk laparoskopi.

    Dari postingan yang saya baca banyak temen2 yang melakukan laparoskopi di RS. Bunda dengan dr. Wachyu. Bisa tolong diceritain kenapa? Soalnya kemungkinan saya di rujuk untuk laparoskopi di klinik Yasmin RSCM. saya belum begitu tahu mengenai reputasi masing2. dan saat ini saya sedang mengumpulkan referensi. mungkin bapak bisa memberi masukan kepada saya. sebelumnya terima kasih sekali atas bantuannya.

    Dan buat bapak dan ibu Hery, sabar ya. Semoga segera diberi momongan. Insya Alloh diberikan yang terbaik ama Alloh. kita saling mendoakan.

    Wassalamu’alaikum wr. wb

    Any Hakam

  36. Cici Citra Says:

    Assalamu alaikum wr. wb.

    Saya juga pernah melakukan operasi laparoskopi tepatnya bulan Jan ’08 dan disuntik tapros 4 kali ( seharusnya cuma 3x ). Suntikan pertama dianggap gagal krn miss-comunication dimana seingatku harusnya saat haid harus datang padahal harus tiap 4 minggu tapi untungnya krn masih ada pengaruh tapros saya tidak dapat haid bulan itu. Sekarang terapi tapros dah selesai tapi sampai sekarang belum ada tanda2 hamil nich. Insya Allah secepatnya kita bisa punya momongan … Amien…

    Wassalam
    Cici Citra

    Semoga kita cepat memperoleh momongan ya Mbak Citi…
    Salam kembali….

  37. prety Says:

    assalamu’alaikum pak hery

    terima kasih atas tulisan pak hery tentang laparoskopi. saya sudah menikah kurang lebih 3 thn, dan sampai saat ini saya masih diuji kesabaran saya sama sang khaliq, karena belum diberikan momongan. bulan kemarin saya diperiksa di klinik fertilitas graha amerta RS Dr. Sutomo Surabaya, dan saya disarankan untuk laparoskopi. Setelah baca2 tulisan ternyarta biayanya mahal juga ya. saya harus mengumpulkan uang dulu kalau begitu.
    Saya pernah dapat informasi, biaya minimal sekitar 4 jutaan kl memang tidak ada tindakan apa2 dari dokter. Tp saya kan tidak tahu, bagaimana kondisi kita. Tp mudah2an doakan saja ya Pak, pada diri saya tidak ada masalah, sehingga nantinya jika saya melakukan laparoskopi, tidak banyak memakan biaya yang besar.
    Mari kita saling mendoakan ya pak, semoha kita segera memperoleh momongan. Amin

    wassalam
    Prety

    terima kasi atas kunjungannya mbak prety.
    semoga doa kita dikabulkan oleh sang maha pemurah.

  38. linda Says:

    halo pak hery, gmn kbrnya?? smoga bpk & ibu baik2 aja… akhirnya tgl 28 juli lalu sy melakukan laparotomi. pdhal sblmnya sy ingin laparoskopi tp dokter nud blang laparotomi aja biar sekalian di hidro. sy jg sdh di tapros sekali. semoga kita cepat dpt momongan ya pak…Amien..salam to ibu ya pak…

    Kabar baik, mbak Linda….
    Laparatomi? Apa pula itu?
    Yup…semoga kita cepat diberikan momongan oleh Allah.
    Amien…

  39. linda Says:

    laparatomi itu dibedah kayak lahiran cesar..tp ga panjang kok jahitannya dan tdk berbekas…tp stelah oprasi sakit sih hehehe….Dr.nud wktu itu ksh 2 alternatif: laparaskopi/laparotomi. pd saat itu sy n suami mikir2 deh tuh..krn laparoskopi muahal bo!! laparotomi jg mahal sih…dan stlah 2 minggu lbih kami konsultasi lg ke dkter nud dan blio menyarankan laparotomi aja krn biar bersih sekalian dan biar bs liat semuanya. krn saluran sblh kanan sy tertutup. makanya kmrin sy operasi plus hydro. wktu istri bapak sesdh operasi sakit ga dan ada bkas oprasinya??

  40. Ovie Says:

    Ass… Sy sangat senang bs tau byk kisah2 dr tmen2 yg ikut laparascopy.Sy udh menikah 2th 4bln.saat ini bner2 sy sngt kuatir,tkt gbs pny anak2.udh 3bln ini ikt program infertilitas sm dr.Ari Widiyasa.stlh di usg trnyta rahim sy lengket.smntr ini sy cm dberi obt pnyubur aj.apabila blm jg ad tnda2 hmil dr mnyarankan u.foto tuba.sy jg mnanyakn apabila trnyt hsl ft tuba kt tdk bgus,mgkn dktr mnyarankan operasi.sy jd tkt bgt dnger kt2 OPERASI.apakah yg dmksd oleh dktr sy mgkn laparaskopi y?bs tau g,kr2 kt membutuhkn biaya kr2 brp y?yg sy dnger mmg mhal skali.Mgkn kt smua hrs lbh sbar mnghadapi cobaan ini,yg pnting kt saling mndoakan u.cpt mndpt mo2ngan. Mohon infonya jk ada yg tau biaya total laparaskopi(send:yovita_ardiany@yahoo.com) Thx…u.smuanya..Wassalam..

    Biaya laparaskopi tergantung RS nya. Paling murah sekitar 15 juta kali ye…Muahallll….

  41. Bunga Says:

    Pak Hery, salam kenal.
    Saya juga sudah operasi LO dgn dokter Wachyu, hanya saja saya pasien kiriman. Hanya saja sekarang ini saya agak kecewa dengan dokter yang mengirim saya. Dulu saya memutuskan LO karena pengobatan PCO itu salah satu yang tercepat adalah dengan LO, makanya saya memutuskan untuk LO aja secara saya sudah berumur 31th. 1 bulan setelah LO, kira2 masuk masa subur saya ke dokter saya lagi, niatnya mo usg transvaginal, mo lihat kemungkinan telur yang matang. Ternyata tidak ada yang dominan, paling besar 14mm saja. Sambil USG dokter itu bilang, “nah bu Liat indung telur ibu, yang bintil2 hitam itu PCO nya, mah sekarang itu yang mo kita obatin”, Hah where have you been, kok bisa, trus kemarin saya LO tujuannya untuk apa ? ” Itu untuk ovarium drilling aja, memberi ruang untuk indung telur agar bisa berkembang. O…. alah, saya langsung ilfil, Dulu sebegitu yakinya saya dgn LO bahwa PCo akan teratas, ternyata balik2 juga ke hormon2 juga.
    Yang bikin senewen lagi, habis usg dia kasih resep, buat ditebus hari ke 2 mens, profertile, dosisnya 1 x 1 hari. di apotik masa dosisnya 2 x 1, saya sampe tanya, nggak salah ? krn dokter bilang 1 x 1, apesnya saya nggak punya no hp dokter yang bisa dihubungi. Bingung bgt. Saya sebetulnbya agak parno deh propertil dan kawannnya. Akhir tahun lalu saya pernah dikasih resep sama dokter lama (sebelum yang sekarang) 3 x 1 hari, telur gak bekembang seperti yang diharap, yang ada malah tanpa sadar 2 bulan kemudian ada kista, gimana gak kaget dan hampir nggak percaya kok bisa, untungnya kista itu hilang sendiri, itu ketauan waktu saya usg 1 mg sebelum LO. Saya sekarang sampe kesimpulan, dokter saya itu ahli untuk menanggani ibu yang sudah mengandung & tapi tidak untuk ibu berusaha untuk mengandung. Saya berencana ganti dokter, sekarang saya mo cari dokter yang bener2 ahli (sudah nich, mo balik ke dr Wachyu, gak bs, dia nggak mau).
    Maksud tulisan saya, bukan untuk mengecilkan hati para ibu yang sudah menjalani LO, saya yakin LO di tangan yang tepat baik tindakan ataupun perawatan lanjutan akan membuahkan hasil. Saya hanya ingin sharing, agar lebih berhati2 memilih dokter agar tidak menjadi pasien coba2. (tapi ini sulit juga, andai bisa memilih dokter langsung tepat seperti yang diinginkan).

    Wah, turut prihatin atas apa yang menimpa Mbak Bunga.
    Semoga kita semua bisa bersabar menerimanya.
    Mudah2an para dokter juga lebih hati2 dengan pasiennya.

  42. miftah Says:

    sekarang udah hamil ya bang.. semoga. sebenarnya saya mau nanya dari dulu eh skrg udah baca di sini jelas. tapi teruslah berusaha dan berdoa. temen saya 15 tahun. alhamdulillah dikarunia anak.

    mohon doanya, mas…

  43. Yuliana Says:

    Saya pun mengalami hal yang sama dengan istri Bapak. Dan saya berstatus masih single. Saya mendapatkan menstruasi dibulan Januari 2008 dan menstruasi tersebut tidak berhenti selama 1 bulan. Adapun saya tidak merasakan sakit sama sekali. Karena khawatir kehabisan darah maka saya ke dokter. Dan oleh dokter Chamim di Brawijaya Women and Children Hospital, saya harus dioperasi karena kista endometriosi sudah 8 cm disebelah kanan. Ya berserah pada Tuhan dan operasi dilakukan tanggal 13 Pebruari 2008. Jaraknya gak bedah jauh dengan istri Bapak. Ternyata setelah dioperasi bukan saja kista endometriosis disebelah kanan tapi juga di kiri dan juga ada miom. Dan semuanya sudah diambil. Kemudian dokter menyarankan saya untuk suntik tapros 4 x selama 4 bulan yang harganya lumayan bisa beli bajaj…hehehe… Saya tidak tahu apa2 dikala itu. Dan setelah saya browsing diinternet saya jadi tahu. Dan kemungkinan untuk punya baby katanya kecil. Tapi saya percaya pada Tuhan. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Dan semua terapi TAPROS sudah saya jalani dan tidak ada efek samping yang fatal dengan saya dan dokter menyatakan saya ok dan hanya perlu periksa 1 tahun sekali atau kalau saya mau menikah. Operasi yang dokter lakukan pada saya adalah bedah perut. Puji Tuhan semuanya berjalan baik. Demikian juga dengan keluarga Bapak SEGALA SESUATU INDAH PADA WAKTUNYA. Dan yang tidak mungkin bagi manusia adalah mungkin bagi Tuhan. Keep Praying dan Tuhan pasti akan mendengar doa keluarga Bapak untuk mendapatkan baby. AMIN-GBU (yulianasinaga@yahoo.com)


  44. [...] lebih lanjut, ternyata rata-rata biaya yang disebutkan orang yang telah menjalani Laparoskopi sekitar 20-an juta lebih. Kalau memang benar apa yang dikatakan Dr. Hud, maka aku dan istri 100% memilih operasi [...]

  45. ellaaja Says:

    Pak Hery, saya juga mengalami masalah yang sama. Bulan Feb 08 yang lalu saya operasi LO dgn dr. Wachyu, sudah disuntik tapros 3x. Kemudian pd hari kedua M saya di-USG, dikasi obat utk saya & suami. Bbrp hari kmdn “ditiup”, sakitnya bukan main sampe hampir pingsan. Bbrp hari kmdn di-USG lagi, sel telur saya sudah matang & dijadwalkan waktu ML-nya. Saya sudah sgt berharap waktu itu, karena dr. Wachyu juga memberikan komen positif. Tapi ternyata belum rezeki saya&suami punya anak, gagal. Sama dgn istri Bapak, saya pun tak kuasa menahan tangis di kantor sewaktu saya tau tnyt saya M. Bulan berikutnya saya coba lagi, tapi tetap gagal karena sel telur saya tidak matang. Saya cukup shock shg saya&suami memutuskan istirahat dulu dari berobat ke dokter. Sampai saat ini Allah belum memberikan amanat-Nya bagi kami. Saya sudah pasrah. Tapi stlh istri temen saya yg baru menikah 2 bulan lalu hamil, saya jadi teringat lagi dan makin sedih. Saya bahagia utk temen saya, tapi tak bisa pungkiri kecewa dgn keadaan saya sendiri. Saya jadi gamang, apa perlu tetap berobat ato tidak. Karena terus-terang selama berobat saya makin stres dan kepikiran. Kalau tidak berobat saya malah lebih santai. Saya sering berpikir, dgn LO dokter semestinya sdh tau apa yg salah, dan sudah dinyatakan kondisi saya&suami baik-baik saja, jadi kalau memang hanya karena blm diizinkan oleh Allah, kalau begitu saya tidak perlu berobat lagi, tapi cukup berdoa saja. Bgmn menurut pak Hery, saya butuh masukannya pak. Terima kasih. Oya pak, gmn klo japri ke email saya, saya butuh sharing lebih banyak lagi.

    Informasi lebih detil akan saya kirim via japri..

  46. yuli astuti Says:

    mas Hery..

    Assalammu’alaikum Wr. Wb.
    Saya yuli, saya baru 2 minggu operasi LO seperti istri anda, dan ini merupakan ikhtiar saya juga untuk segera mempunyai momongan.
    setelah operasi ini akan ada 3 kali suntik tapros, mas boleh tanya, efek samping suntik tapros apa saja sih.. terus bagaimana kelanjutan setelah suntik? terima kasih yah..
    saya tunggu jawabannya
    via japri ajah kalo ga keberatan
    yuli.astuti@gmail.com

    wassalam

  47. nh18 Says:

    Ah saya sampai juga ke sini …
    Ini memang membuat merinding Bang ..
    Kata-kata yang abang pakai di postingan ini sangat beragam ..
    ada ilmiah, ada serius, ada sedih, ada kocak … dan ada nyrempetnya juga sikit …

    But once again …
    Be Cool … Kalem Bang …
    Ok ?
    Ok ?

    Merinding? Apalagi kalau lihat video rekaman operasinya, Bos.

  48. lisa Says:

    Membaca blog ini membuat saya lebih tenang, karena saya juga mengalami hal yang sama, tapi saya belum memutuskan ikut laparoskopi. Semoga ALLAH menjadikan kita orang yang sabar…..

  49. vivie Says:

    amien amien doakan yah …… saya baru habis lo juga dan ud suntik tapros nya ……………..yah doakan aj yah saya punya momomngan juga ,aduh memang mahal bngt L o itu semua ampir 30 juta saya habiskan blum lagi tapros nya 6 x .seharga 1.650 jt wow ,,,,,,,,,,,,,,,,tapi sudah lah saya gak mikkir uang lagi ,say sudah siapkan ilang 1 mobil ku hanya yntuk punya momongan ,tapi itulah kuasa allah , bnyak anak oarng di buang atau di bunuh sekalipun ,eh bagian yg mampu ,kita gak daat dapat ,

  50. iis Says:

    Memang hanya Alloh saja yang bisa berkehendak. Alloh memberikan anak kepada siapa saja yang dia kehendaki, juga tidak memberikan anak kepada siapa saja yang dia kehendaki. Bersyukurlah dengan apa yang ada, yang belum atau tidak ada jangan dicari. Berbaiksangkalah kepada Alloh setelah menyempurnakan ikhtiar…
    Saya pun mengalami masalah yg serupa, tapi tak sama. Saya belum memutuskan untuk operasi atau laparaskopi, karena menyangkut dana yang tidak sedikit, beside that, saya belum berani utk itu. Biarlah Alloh yang memutuskan apa2 yang terbaik bagi hamba-hambaNya..
    Semoga ikhtiar Bang Hery dapat segera terlihat hasilnya. Amin…

  51. Amanda Says:

    Assalamu’alaikum wrwrb,

    Saya amanda, rencananya saya juga akan melakukan Laparoskopi di RS YPK Menteng awal Nov ini, di kedua ovarium saya ada kista coklat yg sudah lumayan besar sehingga menyulitkan saya untuk punya anak.
    Teman2 yg pernah Lo di YPK Menteng dengan Dr. Endi Moegni, mohon informasinya….
    Smoga operasi pertama saya ini berjalan lancar ya…Amin

    Ayo, ada teman2 yang pernah berhubungan denagn Dr Endi Moegni? Mohon bisa di-share…

  52. Ninisfs Says:

    Untuk tambahan ikhtiar, cari informasi ke 7665238 (ZM). Saya baru-baru ini mengikuti program penyembuhan menghilangkan kista, Alhamdulillah dalam 10 hari keluhan itu hilang. (Semoga seterusnya tetap sehat, Insya Allah). Metode yang dipakai adalah zikir, hipermetafisik. Saya juga dengar di situ pernah ada pasien yang mengikuti program untuk punya anak dan berhasil. Jangan lupa, Allah SWT memberikan apapun kepada kita TEPAT PADA WAKTUNYA. Semoga Allah meridhoi ikhtiar abang & istri, dan melimpahi keluarga dengan keberkahan2. Amin.

  53. aya Says:

    Ass.wr.wb..
    Trnyata banyak jg temen2 senasib..hehe.. Tgl 23 okt kmrn sy mnjalani LO, utk mengetahui keadaan saluran telur n endometriosis (d indung telur kiri uk 2mm * 4 mm,akbtny gak menghasilkan sel telur). Alhamdulillah..oprasi brjln lancar. Mnrt dokter endo gk prlu d angkat krn kecil. tuba falopii agak bengkak mgkn krn endo. Ada sedikit perlekatan tp uda “d benerin”..
    N Alhamdulillah lg, biaya yg kami keluarkan “hanya” Rp. 2 jt.. Mgkn krn LO di lakukan di RB kelas 2 di kab. Malang n kamar kelas 3 pula. Selain itu tindakan yg dilakukan dokter jg tdk bnyk (tdk ad pengangkatan endo). Saat ini sy dbuat tdk mens slama 3 bln, d beri obat Azol 200 utk menjinakkan endo. Trnyt msh mens jg,shg hrs mnum endometril slama 10 hr, dgn tetep minum azol 200.
    Sy sdh prnh d tapros sbg pengobatan lanjutan dr tindakan pungsi ( jan 06,endo dikeluarkan dr bwh melalui selang, d bius total). Namun mnrt sy tindakan pungsi kurang efektif krn selain endo tumbuh lg setahun kmdn, n uk sel telur tdk kembali normal,kebanyakan uk 14 mm kurang. paling2 yg besar cm 1,itupun cm d sblh kiri aja…
    Buat temen2 yg mau LO, jgn takut, paling deg2annya cm 5 mnt, wkt masuk ruang oprasi,stlh itu qt uda gk sadar. Nah, 5 mnt itu qt pake zikir. O ya, jgn lupa minta maaf n say love sama suami..hehe..
    N buat temen2 yg uda d LO, qt tetep smangat aja, slama suami msh sayang sm qt, berobat teruss…
    Sekedar info, adik saya skrg lg hamil anak ke-4, pdhl pake KB spiral. Stlh sebelumnya “kesundulan” anak ke-3,pdhl pake KB suntik..
    Klo ALLAH sudah berkehendak apapun bisa terjadi.. Semoga ALLAH mengabulkan doa qt, smoga qt termasuk orang2 yg sabar menerima ujianNYA dan tetep istiqomah di jalanNYA.. Amiin..Amiin..Amiin….
    Maaf.. ini pertama kalinya sy “send comment”…

  54. Ayk Says:

    Pak Hery, salam kenal ya, salam juga buat istrinya.
    Saya sedang ikut program hamil juga, baru mulai sih, jadi baru tahap tes ini itu. Makasih banget info ttg LO nya ini.

    Salam,
    -Ayk-

    http://bundawannabe.wordpress.com

  55. mang kumlod Says:

    bang azwan, saya baru baca tulisan ini…
    walaupun disampaikan dengan gaya yang tidak bikin terharu, mata saya bocor bang…
    semoga yg dicita2kan bisa tercapai dengan baik… Amin

    terima kasih doanya, mang…

  56. duotravelers Says:

    saya baru baca yang ini. doa saya buat antum dan istri untuk dpt yg terbaik

  57. amel Says:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Salam kenal pak Hery Azwan….
    Saya Amel (26 th),baru menjalani operasi LD + HD tanggal 26 November 2008 kemarin di RSIA Budhi Jaya,Saharjo dgn Prof.DR.dr.H.Ichramsjah A.Rachman Sp.OG (K)…alhamdulillah saat ini keadaan sudah mulai membaik,walaupun terkadang kalau kecapean (banyak jalan) perut,terutama bagian pusar,masih terasa nyeri dan berdenyut,,karena itu sampai saat ini saya memang masih cuti dari pekerjaan saya….
    diagnosis awal adalah Polyp endometrium,Kista endometriosis yang terdapat di indung telur sebelah kanan…ternyata setelah dilakukan laparaskopi,ternyata kista endometriosis (atau lazimnya di sebut kista coklat) banyak juga terdapat di dindnig2 rongga pelvis,itu terlihat jelas di DVD yang diberikan oleh pihak RS…selain itu,ada sumbatan pada sal.tuba sebelah kanan, dan ada juga perlengketan….alhamdulillah semua itu kini sudah bersih…(insya Allah…,sepenglihatan saya dari DVD tersebut..)
    sekedar pemberitahuan,usia pernikahan saya di tanggal 23 desember ini tepat 2 tahun…dan saat ini saya sedang terapi tapros,di jadwalkan 3 kali suntik dan tanggal 6 Des kemarin sudah dilakukan suntikan pertama oleh Prof.Iam ( panggilan akrab Prof.Ichramsjah)…
    sekarang,saya dan suami masih terus berusaha,berharap dan berdoa semoga kami berdua selalu diberikan kesehatan dan rejeki berupa keturunan oleh Allah SWT,amiiin….

    Dan,saya juga mendoakan kepada Bapak dan Istri…semoga selalau sabar,kuat,tetap berusaha dan berdoa tentunya agar selalu diberikan yang terbaik oleh Allah SWT,amiiin….

  58. rin Says:

    Ass wr wb
    Pak sebelum di Laparoskopi, menurut dokter harus Laparoski karena apa?
    terus terang saya tuh msh bingung, spog saya juga menganjurkan Laparoskopi, soalnya saya tes hormon prolaktin, LH, FSH. alhamdullilah hsilnya baik, HCG alhamdullilah baik, USG kata spog tidak ada kista atau myom. hasil tes sperma suami baik juga.
    Laparoskopi utuk liat perut ya? kista diluar rahim atau gimana ya, soalnya di USG seperti kt spog, bukannya bs terliat ada kista atau tidak , trus maksudnya kista dimana dan endo dimana ya?
    apa ada yang bisa bantu saya?

  59. uline Says:

    ass wr wb..
    Salam Kenal Pak Hery
    rencana saya minggu depan mo LO jg..kasusnya dr HCG katanya tuba kiri saya tersumbat..lg2 nyari2 info2 ttg LO eh nemu blognya pak Hery, jd ga terlalu khawatir deh!makasih lho infonya! btw salam buat istri nya pak Hery, moga semua yg di harapkan akan hadir secepatnya.amin..

    wassalam

    • miranti Says:

      asslm wr wb…..

      salam kenal mbak uline, sy ranti dr bdg
      kalau ga keberatan mohon sharingnya dong, mbak uline stlh di LO gmn? tinggal dmn & dr-nya siapa?
      sy jg disarankan laparoskopi sm dr.nanang w. astarto, krn hsl HCG tuba kiri tersumbat tp kanan tdk (apa terbalik ya sy lupa :D), tp mnrt dr sih ktnya lihat dr photo hcg dua2nya tersumbat tp utk memastikan hrs LO jd ktnya LO itu tindakan diagnosis, kalau misalkan ternyata pas LO ada keliatan pelengketan bs lsg ditindaklanjuti, dr jg blg ada kasus yg hcg dua2nya tersumbat tp stlh dicek LO ternyata ga tersumbat (ga tau deh apa dr blg gitu utk rada menghibur hehe) rencananya sih kira2 LO mungkin di akhir bln ini krn kata dr di cek lg pas M hr kedua, ya mudah2 an sih stlh LO hslnya bgs ^_^

      buat pak herry jg salam kenal, sy ucapkan terimakasih, sm ky mbak uline pas lg ada rencana LO nemu blog ini alhamdulillah jd dpt info lbh, semoga bpk & istri cpt dpt momongan yaa

      wassalam wr wb…..

  60. dyck Says:

    assalammualaikum,
    bagaimana kabarnya pak, apa sudah dikaruniai putra/i???
    koq g pernah ada jawaban comment temen2, apa lagi sibuk dengan si kecil y sampai g sempat lagi jawab or tulis2 di blog.

    wa alaikum salam
    mohon maaf saya nggak bisa membalas semua komen.
    biasanya saya suka balas langsung via email, sehingga di blog seolah tidak ditanggapi.
    sampai saat ini saya belum di”percaya” Allah untuk dititipi keturunan.
    semoga doa teman2 pembaca blog selalu menyertai saya dan istri.

    salam

  61. pipink Says:

    Assalammu’alaikum.Wr.Wb.

    Met kenal…pak hery..
    Pengalaman LO juga saya lalui tgl 12 Sept 2008, sebelum operasi saya diberi tahu dokter hanya indung telur sebelah kiri yang ada kistanya 6 cm, ternyata setelah operasi indung telur sebelah kana juga mulai tumbuh bakal calon kista.. Syukur alhamdulillah kami telah mengambil keputusan yang tepat untuk operasi.
    suntikan tapros terakhir bulan november tanggal 13, dan tanggal 19 November Alhamdulillah saya berangkat ketanah suci untuk menunaikan ibadah haji bersama suami.. berdo’a meminta keturunan selalu kami ucap di tempat2 mustajab.. Semoga Allah SWT mengabulkannya.
    tanggal 28 Desember saya pulang, waktu menunggu pemeriksaan dibandara king abdul aziz, ada seorang bapak menyapa saya
    ” Wah senang ya udah mau pulang..”

    “saya masih betah disini pak.., maklum belum ada momongan..”

    “oh, begitu.. kalo saya 2 minggu lagi baru pulang, sudah kangen istri dan anak2″
    sejenak bapak tersebut terdiam,lalu berkata
    “sudah ingin punya momongan mbak?”

    dengan semangat saya menganggukkan kepala

    “saya hanya berbagi ilmu, coba mbak amalkan asma’ul husna yang YA MUSYAWIR, Yang artinya “membentuK”, sebanyak mungkin dan sesering mungkin, disaat berhubungan, dan sholat”

    pada saat itu ada teman saya juga belum dikaruniai keturunan setelah menikah 12 tahun, juga tertarik dan bapak tersebut mencatat nama teman saya, katanya mau ikut do’ain.

    saat ini saya sedang berusaha mengamalkan YA MUSYAWIR setiap kali ada kesempatan, semoga Allah memberikan KepercayaanNYA kepada kita semua untuk mendapat keturunan. Amin Allahhumma Amin

  62. Mia Says:

    Ass. Pa Hery…Insya Allah…2 hari lagi saya yang akan menjalani laparoskopi, sama setelah hampir 3 taun belum dikaruniai momongan…setelah menjalani 3 kali hidrotubasi dan minum obat hormon serta pengobatan alternatif ke berbagai tempat…kista ovarium, hiperplasia endometrium, serta pelekatan tubafalopi belum juga teratasi…saya akhirnya memberanikan diri untuk menjalani laparoskopi…Mudah-mudahan diberi kelancaran dalam pelaksanaannya seperti istri bapak, amin. Dan semoga bapak beserta istri diberi karunia anak oleh Allah SWT dalam waktu dekat ini ya Pak….

  63. Muna Says:

    Mas Hery, salut dengan usaha dan kesabaran mas hery dan istri. semoga Allah mengijabahi doa anda. saya sedang hamil 8 bulan sekarang, seringkali mengeluh dengan sakit punggung dan rasa mual yang kadang2 masih muncul. tetapi setelah membaca tulisan mas hery saya sangat tersentuh, begitu gigihnya anda berdua berusaha. saya jadi malu hati. semangat terus mas

    Makasih atas supportnya Mbak Muna. Semoga bayi Anda lahir dengan selamat, begitu juga dengan ibunya.

  64. maseniken Says:

    Assalamualaikum wr.wb

    Dalam semua hal jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolong..Awal tahun 2003 saya menikah, namun sampai dengan tahun 2007 kami blom dikaruniai momongan, sampai akhirnya pada mei 2008 anak kami lahir setelah menunggu selama 5 tahun.

    Sesuatu yang diluar jangkauan kita memang sepenuhnya hak Allah, kita hanya disuruh sabar dan berusaha. Selama lima tahun penantian tidak gampang bagi kami menjalaninya karena kami berpisah, saya di Jakarta sedangkan istri di Surabaya, sehingga kesempatan utk berusaha lebih sulit. Setelah melakukan terapi ke dokter (saya hanya terapi ke satu dokter) sampai akhirnya direkomendasikan untuk laparoskopi. Setelah membulatkan niat maka pada sekitar bulan mei 2005 istri saya menjalani laparoskopi di Grha Amerta Rumah sakit dr. Soetomo Surabaya oleh Prof dr. Samsul Hadi, Kfer. Hanya dalam waktu 2 jam dan dengan biaya 2,9 jt operasi dilaksanakan dengan sukses. Alhamdulillah. Sampai saya tidak percaya keluar dari ruang operasi istri saya senyum2 seolah tidak ada rasa sakit, bahkan ngotot mau langsung balik ke kantor, masuk kerja lg. Sama seperti pak heri, kami juga dapat hadiah dvd rekaman, namun sampai saat ini saya tidak ‘tega’ melihatnya, karena saat operasi saja saya yag muntah2 mnungguin di luar. Jadi bagi yg mau melakukan laparoskopi jgn sampai takut, istri saya sudah membuktikan karena jaman sekarang alat sudah canggih dan insya allah dokternya udah menguasai (namun jgn lupa tetap berdoa ya). bahkan bekas operasi juga amat kecil seperti cerita mas heri.

    Setelah laparoskopi diketahui bahwa kandungan istri saya aman2 saja tidak ada masalah. Jadi dokter menyarankan agar kami berkumpul bersama, dan itu tidak mungkin dilakukan karena saat itu saya pindah tugas di Palu dan istri saya tetap di surabaya. Sejak saat itu saya tidak memikirkan punya momongan, dan tidak melakukan usaha apa2 lg. Pada awal tahun 2007 saya kembali pindah tugas ke jakarta (wah g ktm istri lg..he), karena sibuk saya malah tidak memikirkan apa2 lg, bahkan untk plg aja susah. Namun saya tetap yakin bahwa kalau allah berkehendak semua yg tidak mungkin akan menjadi mungkin. Berdoa, shalt malam dan puasa senin-kamis saya tetap lakukan, dan tepat sebulan saya pindah ke jakarta saya diberi kabar klo istri dah telat 2 mnggu, dah dari hasil test pack istri saya hamil. namun masalah tidak sampai disitu,ternyata kandungan istri saya lemah, kembali ditangani oleh prof Samsul Hadi akhirnya kandungannya sehat, namun sampai dengan 9 bulan istri saya muntah2 terus sampai lambungnya terluka. Dan alhamdulillah pada mei 2008 anak kami lahir dengan operasi cesar.

    Kesimpulannya jangan pernah putus asa, rahmat Allah pasti akan datang kalo kita percaya dan mau berusaha. Sabar dan shalat aja mas, perbanyak ibadah dan sedekah. Masih banyak orang yang lebih susah dari kita, contohnya bpk amin rais aja 10 tahun baru dikasih momongan. Bagi yang mau laparoskopi jngan takut, tidak sakit dan perut anda pasti masih tampak cantik, karena bekasnya kecil. Saya doakan semua cepat mendapat momongan yang sehat dan sholeh ato sholihah,Amin

    terima kasih atas sharingnya, mas. semoga kami juga tetap sabar menghadapi hal ini.

    • ayu Says:

      ass.wr.wb
      syukur alhamdulillah seneng bgt baca sharingnya, smoga kami juga bisa mengikuti sukses dan kesabarannya. tolong donk kasih info kontak person Prof. Samsul hadi berikut alamat prakteknya
      tk.s so much

  65. mmeela Says:

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Untuk Pa Hery & istri,selalu bersabar & ikhlas dengan ujian ini ya. Allah SWT akan membuat semua indah pada waktunya.Alhamdulillaah saya dan suami juga harus sabar menunggu, selalu berusaha untuk menyempurnakan ikhtiar & setelah 4 th sekarang saya sedang hamil 6 minggu.Saya doakan semoga Pa Hery @ istri cepat menyusul & mudah-mudahan qta sama-sama dikaruniai anak2 yang soleh & solehah. Aamiin.

  66. dewi Says:

    Assalamuallaikum wr,wb,

    Salam kenal untuk semuanya terutama untuk Pak Hery & Istri,

    Pengalaman Bapak & Ibu mungkin sudah beberapa tahun yang lalu saya alami (2004) ketika usia perkawinan kami memasuki 6 tahun dan dilanjutkan dengan proses alami setelah 6 bulan suntikan tapros (karena endo saya sudah stadium IV) menurut dokter Indra (Morula, RS Bunda Jakarta). setelah ditunggu2 ternyata hingga memasuki akhir 2005 saya belum juga dikaruniai keturunan akhirnya saya mengikuti program bayi tabung, telur 10 dengan embrio pilihan 6 (3 excellent & 3 Good). Disuntikkan 3 excl. ternyata tidak mau menempel dirahim saya. akhirnya saya pasrah tidak pernah lagi ke dokter kandungan ….. saya coba cari jalan alternatif ternyata belum juga berhasil (dari mulai orang pintar, shinshe, urut dll). Akhirnya saya pasrah dan mulai hidup ikhlas dan terus memohon kepada Allah SWT sambil mengamalkan Ya Musyawir dalam setiap kesempatan. Menangis pada waktu sholat karena diusia saya yang memasuki 36 tahun saya belum sedikitpun telat mens atau apapun namanya…..ingin teriak sekeras2nya (kenapa saya belum diberi keturunan….apa salah saya?) banyak pertanyaan yang saya pertanyakan kepadaNya. Akhirnya saya tersadar bahwa selama ini saya selalu minta kepada manusia tetapi saya melupakan yang telah menciptakan saya, saya berusaha untuk tidak meninggalkan sholat dan meminta padanya. Alhamdullillah 13 Desember 2008, saya tidak datang bulan dan hasil test pack menunjukkan saya hamil….Subhanallah saya periksa ke dokter Indra dan dinyatakan telah memasuki usia kehamilan 5-6 minggu, Kehamilan Alami setelah > dari 10 tahun kami menunggu. Dikehamilan 8 minggu saya kena mag dan harus istirahat dokter 3 hari, dikehamilan minggu ke 12, di kantor keluar flek darah segar (merah muda) saya langsung telp. dokter dan disarankan rawat inap. 3 hr di RS Bunda, 7 hr bedrest di rumah. Alhamudullillah saat ini saya sudah mulai bekerja kembali, dan melakukan aktivitas seperti biasa tetapi tidak selincah kemarin2 karena harus hati2 …… disini saya hanya mau merefresh kembali kepada teman2 yang sedang menanti momongan ….untuk lebih sabar, ikhlas, berdoa agar hidup kita selalu senang dan bahagia (tidak selalu kepikiran tentang momongan) karena setelah itu kita dapatkan ternyata mukjizat itu akan datang dengan sendirinya …… karena terutama ini untuk para istri seperti saya ketenangan itu tidak mudah didapatkan (kita selalu khawatir usia terus bertambah tetapi belum diberi momongan), meskipun kita sudah mencobanya tetapi tidak semudah yang di omongin….itu yang saya rasakan, dan Alhamdullillah setelah saya hampir lupa dengan semua itu (live go with t’flow) ternyata saya akan menjadi seorang ibu…… Semua itu dapat terwujud dengan dukungan suami saya yang selalu menerima dengan sabar dan ikhlas dengan kekurangan saya….. Insyaallah semua dapat terwujud pada tanggal 16 Agustus 2009 ini bayi kami akan lahir sesuai perkiraan dokter…..minta doanya ya rekan2 mudah2 kami berdua diberi kesehatan & kesempurnaan sehingga keinginan kami untuk menjadi seorang ibu & ayah dari anak yang saya lahirkan dari rahim saya dapat terwujud…amien3 ya Robbal Allamien. Intinya yang sabar ya Bp & Ibu Hery….insyaallah dengan kesabaran dan keikhlasan semuanya dapat terwujud dan mudah2 perkiraan dokter pasca 3 bulan setelah tapros dapat segera diberi momongan……amien3
    Yang sedang menanti kelahiran bayi pertama kami, Dewi & Addinul

    terima kasih atas sharing-nya, mbak dewi. semoga teman2 yang punya masalah sama akan mendapatkan pencerahan.

  67. hikari Says:

    Untuk semua yang berjuang untuk mendapakan keturunan seperti saya semoga senantiasa dilimpahkan kesabaran harapan dan tawakkal ke pada Allah SWT

  68. hikari Says:

    5 bulan menginjak pernikahan kami, kami mencoba untuk sekedar konsultasi ke Sp.OG agar cepat punya momongan. Sementara suami saya merasa belum perlu, tetapi ada feeling yang kuat dalam hati saya bahwa saya harus ke dokter. Sesampai di Sp.OG malah nertawain kami “baru lima bulan kok udah cemas ” kata dokternya. Dan hasinya setelah USG Trans vaginal didapatkan kista endometriosis kanan dan kiri. Bisa dibayangkan betapa syoknya kami berdua, aturannya sejak remaja saya tidak pernah mengalamiyang namanya nyeri haid.Advise dokter cuman satu LAPARASKOPI Bahkan kami sempat memeriksakan diri ke Jepang, hasinya tetap sama cuman advise nya evaluasi sampai satu tahu pernikahan kami.
    Sambil menunggu evaluasi 1 tahun, kami mencoba segala macam pengobatan alternatif.
    After 1 year, hasil pemeriksaan ternyata kedua kistanya tambah besar dan udah perlengketan ke manan-mana. Dokter udah tidak kompromi harus operasi, bahkan dokter malah ragu apa bisa dengan laparaskopi, makanya saya harus menjalani TAPROS injeksi selama 3 kali. Alhamdulillah hasil tapros sementara membuat endonya agak mengecil dan tidak aktif dan bisa op dengan teknik laparaskopi
    Feb 2009 saya maju untuk laparaskopi. Saya datang pagi jam 7 ganti baju operasi dan setelah dokter memberikan obat bius saya sudah tidak ingat apa-apa lagi…. jam 12 saya sudah sadar, sorenya saya sudah boleh pulang. Jadi tindakannya hanya bersifat one day care.
    Sehari setelah LO saya sudah bisa sholat berdir, dan lusanya udah masuk kantor lagi.
    Sekarang post op saya menjalani 2 suntikan tapros kembali. Setelah itu baru saya akan menjalani yang namanya stimulasi ovarium. Wish it will be succes amin
    .
    .

  69. hikari Says:

    Bagi yang didiagnosis endometriosis,
    kalau ukurannya masih kecil, masih bisa dengan terapi hormonal : obat-obatan atau suntikan saja. Namun bila uk diatas 5 cm harus kombinasi hormonal dan laparaskopi.
    Jangan menunda operasi bila di advise olh SpOG karena kista endo itu akan tetap berkembang selama wanita itu masih mengalami siklus haid. Dan yang menakutkan apabila kista itu sampai pecah dan krn isi darah maka dengan mudah dia akan melengket kemana-mana. Menambah kerusakan di indung telur bahkan ke organ reroduksi yang lain.
    Saya tidak pernah nyeri haid (kt dr ini gejala utama endo), Yng saya rasakan hanya siklus haid yang memendek only 3 days dan rasa ngilu pada seluruh tulang (ternyata ini jg gejala endo)
    Last buat yang endo jg pernah menjalani urut mengurut krn bisa beresiko memcahkan kista dan isinya keluar melengket kemana-mana
    Semoga ini bisa jadi inf tambahan buat yang lan..
    Scary but.. we have to go through this dan trust.. semua proses akan berakhir dengan sesuatu yang indah, amin

  70. Mia Says:

    Ass. Pa Hery & Istri…
    Saya sangat bersyukur sekali menemukan blog bapak ini, karena di saat skrg benar2 menjadi penyemangat saya untuk tetap ikhlas atas ketetapan Allah SWT dan untuk terus berikhtiar… Pa Hery & istri, setelah saya operasi laparoskopi pada tanggal 7 Feb kemarin, meskipun operasinya berjalan dengan lancar ternyata dokter menyampaikan kabar yang kurang baik…Karena pelakatan yang sudah mengeras, tuba sebelah kiri saya tdk bs diselamatkan dah dipotong oleh dokter, sdgkan yang kanan meskipun salurannya sudah terbuka namun dokter meragukan fungsinya, beliau memperkirakan rambut getar saya sudah rusak sehingga apabila dalam 6 bln ini saya belum hamil juga akan memperkuat diagnosis dokter dan upaya yang terakhir dianjurkan adalah bayi tabung karena untuk inseminasi sudah tidak bisa. Sakit bekas operasi belum hilang ditambah kabar spt itu, sempat hancur rasanya hati saya…keluar ruangan dokter saya menangis tak henti, di rumah pun demikian. Orang tua dan suami mencoba menenangkan, namun butuh beberapa hari untuk menerima dengan ikhlas kasih sayang Allah SWT yang satu ini…Allah sekali pun tidak akan menganiaya hambaNya….itulah yang saya pegang teguh saat ini…Hari ini saya baru kembali beraktivitas di kantor dan membaca pengalaman2 bapak ibu sekalian terutama pengalaman ibu Dewi…saya sekarang merasa “malu” karena cengeng….Terima kasih sekali lagi buat Pa Hery yang sudah membuat blog ini dan buat para pembaca yang sudah sharing pengalamannya sehingga bisa menjadi penyemangat bagi yang lainnya….Semoga Allah senantiasa memberikan kita semua kesabaran dan ketabahan, amin.

  71. zakiah Says:

    Thanks ya! atas tulisan bpk di blok ini, 2 (dua) bulan yang akan datang kalau saya belum hamil juga saya disaranin untuk laparoskopi, tapi saya masih ragu dengan keputusan ini….istikharah kadang- kadang diperlukan dan banyak berdoa.

  72. citra Says:

    pak hery, saya menemukan blog bapak disaat yang tepat, ketika dokter kandungan menyarankan saya untuk LO, dan dokter yang disarankanpun sama.Subhanallah!!
    Tapi..ternyata biayanya “wow” sekali untuk kami.
    Menurut diagnosa dokter, di rahim saya ada kista jenis endometriosis 3.8cm. dokter bilang sih ada berita baik dan buruknya kalo kistanya jenis endo, baiknya endo tidak berkembang menjadi kanker, tidak baiknya, “this thing” ini menyebabkan ketidakhamilan, karena menyebabkan benih tidak matang & penyempitan.
    Sementara ini saya&suami harus menjalani tes hormon dahulu, kemudian disuntik tapros, tapi saya belum terbayang deh…
    yah… semoga ini menjadikan kami tetap ikhlas dan tawakal menghadapi semua yang diberikan Allah baik kenikmatan ataupun kesedihan.
    Amien…
    terimakasih pak hery atas sharingnya, semoga Allah selalu memberi ketabahan kepada kita, dan juga semoga kita cepet dapat momongan hehe…
    ini serius lho bukan cengengesan… :)

    Kita doakan bersama semoga operasinya berjalan lancar.
    Amien…

  73. widi sartika Says:

    aku takut menjalani laparaskopi….karena temen aku yang juga menjalani hal tersebut, ternyata sampek sekarang belum hamil…., dan itu dilakukan di Singapore lagi…… dan ternyata kista endometriosisnya tumbuh lagi….jadi adakalanya bisa ada lagi tuch…walaupun udah operasi sampek ke luar negeri segala…… Semua kita kembalikan saja sama Allah SWT aja dech…. terserah Allah SWT, apa yang terbaik buat kita…..

    memang setelah laparoskopi tidak dijamin langsung hamil.
    istri saya juga belum hamil sampai saat ini.
    yang penting kan kita sudah berikhtiar…
    hasilnya kita serahkan kepada Allah semata…

  74. mangisi irene Says:

    Bapak ibu senasib sepenangggungan,
    Saya mau berbagi sedikit pengalaman kami dalam memperoleh keturunan. Baru 2 bulan menikah tahun 1999, saya dinyatakan ada kista, ada miom, ada endometriosis (paket lengkap, he..he..) dan harus segera dioperasi. Akhirnya dr operasi angkat kistanya, sekaligus dengan indung telur kanan saya yang sudah rusak. Setelahnya, singkat cerita kami ke berbagai dr, menjalani laparoscopy juga, suntik tapros juga, akhirnya dinyatakan tidak bisa punya anak karena saluran tuba falopi kiri yang tinggal satu-satunya jalan bagi sel telur bisa ketemu sperma, mengalami perlengketan parah. Beberapa dr menyarankan kami bayi tabung. Tahun 2003, kamipun melalui bantuan dr Karel Maanary di RS Abdi Waluyo dan RS Bunda Jkt, melakukan bayi tabung pertama, gagal ketika mau mengambil sel telur, telurnya ngga ketemu. Kemudian karena dr tsb sangat sabar dan terus memberikan pengharapan, kamipun mencoba lagi februari 2004. Kali ini Tuhan mengabulkan doa kami, secara luar biasa akhirnya saya hamil anak kembar. Twin boys lahir Oktober 2004 dan sekarang sudah 4,5 tahun, puji TUhan sehat-sehat. Yang lebih ajaib lagi pekerjaan Tuhan, ketika si kembar umur 8 bulan, saya hamil lagi tanpa bantuan apapun (normal), sampai dr nya juga bingung dan bilang bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, karena Dialah yang menciptakan manusia, dr hanya membantu. April 2006, TUhan mengaruniakan seorang putri cantik bagi kami. Jadi teman-teman, dari pengalaman kami, tidak ada yang mustahil bagi TUhan. Kalaupun dr bilang tidak ada harapan, bagi TUhan tidak ada yang tidak mungkin. Mari tetap semangat dan terus berusaha sambil berdoa. Kami doakan semua teman-teman diberi kekuatan dan dikabulkan doanya, pada waktuNya.

    Salam kenal kami buat semuanya.
    Mama Karel, Rafael, Gracia

  75. Tanti Says:

    Alhamdulillah saya nemu blog pak hery ini. Pengetahuan saya jadi bertambah, kecemasan saya jadi berkurang dengan membaca berbagai pengalaman dari teman2.
    Kista saya ukurannya udah 7×7 cm, ada 2 dikiri dan kanan. Karena terjadi perlengketan, kemungkinan laparoskopi lebih baik dari pada laparotomi. Dr saya menyarankan untuk second opinion ke Dr Wahyu, ahli laparoskopi, di YPK atau Klinik raden saleh (karena mempertimbangkan biaya agar bisa mempergunakan Askes).
    Tolong info lengkapnya tentang proses laparoskopi juga biayanya dong!
    Kalau laparotomi saya dijadwalkan mei ini, tapi Dr saya yang baik hati ini menyuruh untuk membandingkan dulu baik buruknya antara laparotomi dan laparoskopi.
    Kalau ada yang punya info tolongng kirim ke andung_na@yahoo.com ya.
    Makasih banyak.

    makasih sharingnya mbak andung

  76. Ayu Says:

    Pak Hery, terima kasih sudah membuat blog ini. Aku juga dianjurkan utk laparoskopi oleh dr. Asdineri di RSIA Permata Cibubur, krn ada kista endometriosis di indung telur sebelah kananku sebesar 4 cm.
    Awalnya diketahui ada kista, krn utk pertama kalinya setlh 8 bln perkawinan aku telat haid selama 2 minggu, namun setelah pakai test pack hasilnya negatif, lalu kami memutuskan utk pergi ke dr. kandungan.

    Hasilnya, bukannya mendpt kabar gembira setelah di USG, ternyata kabar yg kami dpt adl aku ada kista sebesar 4 cm, dimana kista ini dpt memperkecil kemungkinanku utk bisa hamil :( aku hancur rasanya & ga percaya, krn selama 27 thn aku tdk pernah mengalami telat haid selama ini & tdk pernah mengalami nyeri perut dll yg biasa dialami oleh orang2 yg mengidap kista.

    Aku merasa Allah tidak adil padaku, tapi setelah membaca blog bpk dan membaca komen dr para pembaca blog ini aku jadi malu pd diri sendiri terlebih kepd Allah krn tdk menerima dgn ikhlas cobaan drNya. dan Membaca blog ini aku merasa tidak sendirian menghadapi cobaan ini. Saat ini aku sedang memantapkan hati utk melakukan laparoskopi. Kalau boleh aku minta doanya dr bapak & para pembaca agar aku dimantapkan hatinya & diberi kelancaran dlm melakukan laparoskopi.
    sekali lagi terima kasih pak Heri,semoga kita semua diberi ketabahan & keikhlasan dlm menerima cobaan drNya.

  77. Mari Says:

    Pak Hery,

    Saya berdoa semoga operasi Laparoskopi ini mendatangkan hasil buat Bapak dan istri. Sahabat saya yg tinggal di Solo akhirnya hamil setelah melakukan operasi laparoskopi. Dia menganjurkan saya untuk melakukan Laparoskopi juga karena saya dan suami sudah 6 tahun menikah. Saya sempat merasa down juga, tapi setelah melihat dan mendengarkan cerita dari banyak sahabat saya sudah lebih bisa mengendalikan perasaaan saya. Dan tetap berdoa kalau suatu saat nanti akan ada keajaiban-Nya buat saya dan suami.

    Terima kasih untuk support doanya.
    Sukses juga buat Anda…

  78. wiwit Says:

    Salam kenal bt pak hery, tgl 16 feb 2009 sy jg menjalani LO dgn dr.Wachyu di klinik raden saleh. Salah satu usaha sy utk memperoleh keturunan stlh 6thn. Apabila dlm 2 bln blm hamil,sy dianjurkan utk kembali lg untuk suntik tapros. Dan smp skrg sy blm hamil,brarti sy hrs menjalani suntik tapros. Smoga ikhtiar kita, d kabulkan oleh Allah SWT. Amin

  79. dewi Says:

    sy membaca pengalaman p hery azwan yang istrinya menjalani laparaskopi pada th 2008,yang ingin sy tanyakan apakah skrg istri p heri merasakan keberhasilan dr tindakan laparoskopi sehingga dpt memperoleh kturunan..thanxs

    Saat ini sudah lebih dari setahun pasca laparoskopi dan Allah ternyata belum memberikan kepercayaan kepada kami. terima kasih.

  80. yeni Says:

    salam kenal pak heri,,,kasus istri sama dgn dengan saya,
    ini saya juga dalm pengajuan operasi laparascopi.
    tapi melihat dan mendengar dr pengalaman,,kog ngak sesuai dengan rencana,,,yaa.
    apa kah,,ini name nya kehidaupan,
    pilihan yg tepat,,,belum tentu benar,
    tapi gimana pun,,aku sungguh bersukur,,aku sudah punya anak 1 umur sepuluh tahun,,,walaupun ingin punya adiek,,,,hanya Allah SWT,,,yang dapat menberikan ke ajaiban kepada kami,,,amin,
    dri yeni dan lefin

  81. Pradjwalita Says:

    Saya juga agak bingung dengan kondisi saya yang selalu baik hasil dari foto rahim saya…tp sampai sekarang (7 tahun) saya blum jg dikaruniai anak…trus jalan terakhir kata dokter wahyu memang laparoskopi… Pertanyaan yang ada di benak saya…lalu kalo di rahim saya tidak ada apa-apa alias baik adanya apa gunanya laparoskopi in yah ?

  82. nur hamid Says:

    assalamualaikum wr.wb
    thanks atas infox.
    mungkin saya orang yang kurang sabar dibanding anda. kami baru 15 bulan menikah dan pingin segera punya momongan. terapi tapros juga sudah kami lakukan selama 6 bulan, tes Ca-125 jg udah. bahkan saya sbagai suami jg dianalisis spermax. tapi sampai sekarang belum ada hasil. tapi melihat jerih payah anda, saya harus bisa mencontoh anda yang jauh lebih sabar. thanks udah menjadi inspirasi kami.
    wassalam

  83. timur Says:

    salam kenal pak..kami jg br dr doktr td di malaysia (kebetulan suami tgs)jg disarankan LO,pdhal endo cman 1,4cmx1,47cm.
    klo menrt sharing diatas bila <5cm tdk perlu LO ckp terapi obat/suntik,yg kami ragu knp doktr yg ktnya pakar ini tdk menyarankan hal tsb?kok lsg LO.kami msh pkr2,trs terang tkt jg.ada yg pny masukan ga?mg2 kt diberi kesabaran semua dan te2p ikhtiar

  84. newrule Says:

    assalamu`alaikum.. salam kenal…
    alhamdulillah… saya mendapatkan gambaran ttg laparoskopi….(ternyata mahal juga ya..he..he..)
    karena saluran tubafalopii saya ketarik keatas, dan lengket (karena waktu bayi saya menjalani operasi pengangkatan satu ginjal karena ada tumor, mybe hal itulah yang menyebabkan tuba saya ketarik keatas dan nempel) sehingga sperma sulit tuk jumpa ama telur karena jalane kejauhan…oleh dokter disarankan tuk menjalani Laparoskopy. tapi saya msh takut….karena kondisi saya sprti ini jg karena kesalahn operasi dulu…
    saya yakin Allah memberikan yang terbaik tuk hambanya…..

    Salam kenal kembali, Pak/Bu…
    Semoga tidak trauma dengan kesalahan operasi yang dulu itu..

  85. Nursaenab Besse Says:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh……
    Marhaban ya ramadhan……
    Alhamdulillah akhirnya saya mendapatkan informasi tentang laparoskopi. saya juga disarankan ama dokter untuk laparoskopi. udah 5 tahun pernikahan tapi belum dikaruaniai anak 1,2 tahun pernikan hamil tapi 3 bulan keguguran dan dikurek. tapi karena kureknya bermasalah akhirnya tumbuh polip di rahim. sembuh polip tumbuh kista di ovarium kanan sebesar 4 cm. tapi hilang dengan minum obat. tapi 2 bulan ini dokter temukan lagi kista di ovarium kanan sebesar 3,8 cm tp kt dokter tidak bisa lagi diobati karena akan terus membesar tiap bulan setiap haid. Ya Allah…astagfirullah cobaan silih berganti, Allah yang memberikan penyakit dan hamba yakin ENGKAU pulalah yang akan menyembuhkan…Amin….
    smoga dengan jalan ini Allah memberikan jalan untuk mendapatkan keturunan…. Amin….

  86. Th.Triastuti Says:

    utk Pak Hery …trima kasih atas tulisan di blog anda tentang laparoskopi..tulisan anda membuka pikiran saya yg sdh 8 thn jg blm diberi baby…dr. Amino di klinik Permata Hati Yogya menyarankan saya utk laparoskopi krn pelengketan di tuba falopi…saya nangis n bingung sekali waktu disarankan spt itu…pikiran gak karuan..tp mll blog ini saya jd terbuka informasi ttg LO yg rencana bln september ini akan saya jalani..mudah2an doa kita semua pasangan yg belum dikaruniai momongan utk saling menguatkan…Apapun yang Tuhan berikan pd kita..Indah adanya…

  87. putri Says:

    Salam kenal Pak Hery…. saya udah mengalami duluan yang namanya laparoskopi Pak… waktu mau ada rencana nambah anak kedua, saya lama nda’ kunjung hamil. Akhirnya ama dokter disarankan utk laparoskopi. Dan ternyata setelah 4 bulan saya menjalani operasi tsb, saya udah hamil Pak..n sekarang anak saya udah berumur 14 bulan…mudah2an doa Bapak dikabulkan ama Tuhan n Bapak cepet menimang buah hati… Amien

    Salam kenal juga Mbak Putri…
    Selamat ya atas kehamilannya. Mohon bantuan doanya juga untuk kehamilan istri saya.

  88. Titis Says:

    Assalamualaikum
    Serasa dapat semangat baru jika membaca artikel bapak….
    Sedikit cerita dan pengalaman saya, baru-baru ini saya juga melakukan operasi laparoskopi, tepatnya tanggal 17 September 2009 yang lalu. Saya sudah menikah hampir 2 tahun, tapi tanda-tanda kehamilan belum ada. Banyak usaha yang sudah kami coba, mulai minum jamu (kata orang jawa adem-adem), pijat (orang jawa bilang noto weteng), juga ke dokter.
    Beberapa dokter sudah kami datangi, dan jawabannya selalu sama, belum waktunya hamil….!!!
    Sampai pada empat bulan terakhir perut saya terasa sakit waktu datang bulan, dan itupun belum terdeteksi ada penyakit dalam rahim saya. Sampai pada suatu saat, saya di vonis mengalami endometriosis dan disarankan menjalani laparoskopi. Sangking niat dan kepinginnya punya keturunan, saya langsung mengiyakan saran Dokter.
    Setelah di operasi saya juga diberi 2 opsi, yang pertama suntik hormon (cuma 1 kali), sedangkan opsi ke 2 adalah minum obat (tiap hari selama 4 bulan berturut-turut). Saya memilih opsi yang ke 2, dan sekarang saya sedang menjalaninya.
    Yaa…kami juga tetap berikhtiar terus, semoga dari apa yang kami jalani (yang sampai sejauh ini), kami bisa mendapatkan apa yang kami idam-idamkan sejak lama, yaitu keturunan.
    Moga-moga doa kita semua dikabulkan ya pak….salam untuk istrinya, semoga tetap semangat…dan tidak pernah putus asa dalam menjalani ini semua…
    Wassalamualaikum

    • naila Says:

      mbak mo tanya operasi laparoskopinya di man? ama dokter siapa? pasca operasinya yg dirasakan apa mbak..n dah ada hasil lom ya??heee maaf pertanyaan berondongan..soalnya daku juga harus laparoskopi cuman masih binging menentukan dokternya dan masih agak takut juga..tks sharingnya ya

    • naila Says:

      mbak titis mo tanya operasi laparoskopinya di man? ama dokter siapa? pasca operasinya yg dirasakan apa mbak..n dah ada hasil lom ya??heee maaf pertanyaan berondongan..soalnya daku juga harus laparoskopi cuman masih binging menentukan dokternya dan masih agak takut juga..tks sharingnya ya

      • Titis Says:

        Kebetulan aku di Surabaya, operasi kemarin di RSB Lombok 22..ditangani langsung sama dr. Hari Paratton (praktek di Jl. Sawunggaling).
        Pasca operasi aku diberi 2 opsi, suntik ato obat, aku pilih obat. Jadi selama 4 bulan ini harus minum obat (dan juga tidak menstruasi selama minum obat ini). Baru setelah 4 bulan masa penyembuhan ini baru bisa program hamil lagi. Jadi saat ini ya masih belum keliatan hasilnya (masih minum obat 1 bulan).
        Gak usah takut, g kerasa kok (kan dibius total, he3)…..
        Setelah operasi?ga ada bedanya tuh sama sebelum operasi, cuma ada bekas sayatan di bawah perut, itu aja. Jangan ragu-ragu, yakin saja….Ini kan juga sebuah bentuk ikhtiar kita kan?so…semoga berhasil!!!

        Terima kasih sharingnya Mbak Titis. Semoga bermanfaat buat pembaca blog ini.

  89. fitri Says:

    Assalamualaikum
    salam kenal pak, saya jg slah satu wanita yg mengalami masalah seperti istri bapak. sy sdh melakukan bbrpa tes tuk mengetahui, knp sampai 2 tahun pernikahan sy blm dibrikan kesempatan tuk punya keturunan. br td pagi sy tes HSG, dan hasilx membuat sy trkejut krn kedua tuba sy mengalami penyumbatan, kata dokter satu2x jalan untuk mengatasi penyumbatan itu adalah dgn oprasi, dgn membaca pengalaman istri bapak n ibu2 yg lain sy sdh ada sedikit bayangan seperti apa Laparoscopy sebenarax n trnyata biayax jg sangat mahal. sekedar info sy skrg di Australia jd sy blm tahu pasti brp biayax. tp sy yakin Allah lebih tahu yg trbaik buat hambax, manusia hanya bisa brusaha Allah-lah yg menentukan. semoga bapak segera diberi keturunan. Amin n trima kasih atas artikelx.

  90. Adhi basuki Says:

    saya baru menikah 2 tahun tapi sudah kenyang masalah yang kaya gitu, menikah agustus 2007 feb 2008 hamil tapi luruh akibat pijit parahnya lagi terjadi pendarahan hampir 2 liter lebih parah lagi terjadi pengangangkatan indung telur sebelah kanan, sungguh berbagai perasaan berkecamuk, tapi semua aku serahkan pada allah swt, bayangkan 29 jahitan vertikal dari atas kemaluan hingga perut, organ dalam pun dicuci seperti pakaian, aku menyaksikan sendiri diruang operasi karena istriku sempat kritis, sudah 2 dokter hanya lempar sana sini, akhirnya bertemu satu dokter inisial dr j untuk melakukan laparoskopi untuk mengilangkan penyumbatan dan kista yang hilang muncul, bimbang hati ini karena belum hilang dari ingatan peristiwa pertama, takut ada resiko terhadap indung telur yang tinggal satu, bukan masalah keadaan istriku seperti apa, hati kecilku mengatakan dengan cara apapun allah pasti akan memberiku keterunan hanya sata waktunya….pertama hanya menghilangkan infeksi nyatanya indung telurpun harus diangkat, segalanya normal, rahim, hormon, siklus 28 hari…..dokter menunggu kesanggupan untuk melakukan operasi khusus tersebut….allah sayang mungkin dengan aku dan istriku baru menikah 2 tahun sudah banyak yang aku alami yang akan membuat aku semakin sayang terhadap istriku melihat perjuangannya, apresiasi untuk semua wanita untuk perjuangannya dari usaha untuk hamil sampai melahirkan

  91. Ulin Says:

    Utk Mbak Naila..

    Saya bs sharing ttg laparoskopi mbak. Karena saya baru saja melakukan laparoskopi tgl 7 Okt 2009 di RS Dr Sardjito (Klinik Permata Hati) Yogyakarta. Saya memilih DR Amino Spog krn jadwal praktek beliau tdk dibatasi. Dokter2 di Permata Hati memang spesialis menangani infertilitas dan bayi tabung mbak.

    Tadinya saya juga takut dan ragu dengar “operasi”. Tapi stlh mencari referensi2 dr internet yg menyatakan bhw Laparoskopi tdk membuat sakit, sayatan hanya 5-10 mm, mengurangi pendarahan, mempercepat pemulihan pasca operasi, dan cuma dijahit kecil yg benangnya nanti lepas sendiri, saya jadi semakin MANTAP dan semangat utk menjalani laparoskopi.
    Terus terang info dr blog Pak Hery juga menginspirasi saya utk berani menjalani laparoskopi. Terima Kasih Pak Hery :-)

    Intinya adalah NIAT dan TUJUAN.
    Tujuan kita adalah ingin segera punya anak (iya kan??), nah kalo udah tahu tujuan kita, maka niat kita akan muncul tanpa keraguan.

    Hasil laparoskopi, 1 myom saya yg berukuran 4,5 cm dikikis habis dan dibakar menggunakan alat operasi, 2 myom sebesar kelereng diangkat. Ternyata saya tdk bisa hamil karena myom besar saya menutupi salauran idung telur, yg satu lagi tertutup oleh selaput infeksi akibat dulu saya pernah dikuretase tapi kurang bersih. Selaput tsb juga dibersihkan. Dan kata suami & adik saya yg nonton di layar monitor, rahim saya disemprot cairan (gak tau apaan) terus disedot, dan dilakukan 3x sampai benar2 bersih. Kaya nguras bak mandi kali ya…? He he…

    Setelah operasi laparoskopi, Masya Allah …i can’t believe it…, tdk ada rasa sakit sama sekali! Apalagi saya diberi obat pengurang rasa sakit dr infus di tangan saya.
    Karena saya tinggal di Solo, maka saya baru diperbolehkan pulang lusanya yaitu tgl 9 Oktober. Padahal kalau dlm kota, besoknya stlh operasi sdh bisa pulang. Saya jg sempat tdk percaya. Kok cepat amat??
    Ternyata memang pas waktunya pulang, kondisi saya sdh lumayan, bisa berdiri, jalan (walau hrs pelan2), dan mandi sendiri tanpa wash lap.

    Dokter memberikan istirahat 4 hari sejak kepulangan. Setelah itu saya masuk kantor sdh dgn kondisi yg FIT. Alhamdulillah ya Allah.

    Hari ini 22 Okt 2009, saya kontrol lg utk cek ovulasi, dan alhamdulillah telur saya matang dan siap dibuahi sesuai dgn jadwal “senggama terencana” yg diberikan dokter.

    Saya masih terus ikhtiar dan berdo’a…, semoga harapan saya dan suami terwujud. Amin ya robbal alamin…

    Mudah2an sharing saya ini bermanfaat bg Mbak Naila dan semuanya yg ingin mendptkan referensi ya… Gak perlu takut mbak, kalau kita takut dan ragu…, umur kita juga semakin menanjak teruusss….. Mo kapan lagi? He he…

    • nanda Says:

      To Mba Ulin,

      Semoga ikhtiar dan do’a mba Ulin dan suami untuk mendapatkan momongan diijabah Allah S.W.T. Amin.Mbak Ulin, Saya juga di Yk and di suruh Lo Bln Desember nanti, tapi di klinik Semar dengan Dr. Hasto.
      Saya mo nanya, kalo di RS. Dr. Sardjito berapa biaya-nya kemaren mba Ulin operasi Lo? Soalnya setau saya Dr. Hasto juga Dr Spesialis di Klinik Permata Hati juga. Kalo ga jauh beda kan saya bisa minta operasi di Permata hati saja hehe… Thanks.

  92. YULI Says:

    Halo thx semua ya, ternyata sy ga takut lagi setelah baca ini semua. Cuman sy kwatir deh sebab bulan depan sy mau laporaskopi untuk potong tuba kiri sya gara2 ada hydrosaphing. Mau tanya ada yg berhasil hamil dengan satu tuba?

  93. YULI Says:

    Sy mau tanya ama orang yg udah LO di klinik raden saleh. Tadi sy baru kesana untuk liat tempatnya. Ternyata serem. Tp emang murah, sy juga bingung mau LO dimana

    • idha Says:

      kami sudah menikah hampir 3 tahun, tapi sampai skrg belum di karuniai momongan…..dari hsl usg transvaginal,cek sperma tidak ada maslh, hanya kkt hsl hsg diketahui saluran buntu kemudian dr di klinik harapan kita menyruh terapi diatermi 10x dan cek hsg ulang hasilnya masih sama. Terakhir dr menyarankan laporoskopi…….u/ temen2 bisa share kr2 brp biaya Lo di klinik raden saleh???

  94. Nova Says:

    assalamualaikum..wr.wb
    salam kenal mas hery..ehm..spechless..smua sharing mas hery juga dari temans membuat saya jadi lebih terbuka dalam berpikir..saya memang belum LO tapi dua hari yl baru di hidro n alhamdulillah katanya smuanya normal.. saya posisi di Sulawesi Tenggara n mgkn RS disini perlengkapannya belum terlalu lgkp. Saya dijadwalkan ML n suami cek sperma stlhnya. jika bulan depan masih mens dimnta datang lg. mohon doanya smoga smuanya berjalan lancar. dan juga smoga smua temans yang sharing diblog ini khususnya mas hery dan istri mendapatkan yang terbaik dan diberi ketabahan dalam sgala hal. amin..

  95. Eric Says:

    Dear all,

    Mo nanya neeh, klu skr mau laparoskopi kista di RS mana ya yang bagus, tdk terlalu mahal dan dokternya siapa, terima kasih

  96. Eric Says:

    Maaf sambung lagi ya, maksudku RS dan dokter di Jakarta, makasih

  97. Eric Says:

    Dear Pak Hery,

    Kalau boleh tau apakah operasi tersebut menggunakan CO2 atau pengait baja dan berapa biayanya Pak, terima kasih

  98. yuanita Says:

    Alhamdulillah bpk hery, saya menemukan blog anda, sangat bermanfaat bg saya yg br saja laparoskopi dgn dr hasto wardoyo spog(k) di klinik permata hati yogyakarta, saya yakin sdh berada di tangan yg tepat dgn peralatan yg canggih pula, hal ini membuat saya tdk gentar menghadapi laparoskopi 9/12. Semoga semua ini menjadi awal yg penuh barokah. Amien..

  99. umar Says:

    jika engkau bersyukur maka alloh akan menambah nikmatNYA padamu, tetapi jika engkau kufur maka alloh akan memberikan azabNYA padamu. percayalah pak….masih banyak yang harus kita syukuri, ujian itu akan berbuah manis dengan lahirnya keturunan sholih/sholihah yang berkualitas dunia akirat. itu yang saya yakini. karena istri saya pun mengalami hal yang serupa dengan istri bapak, dan sudah 3,5 tahun kami juga belum memiliki keturunan. 2 bulan yang lalu juga baru saja operasi, serta dianjurkan untuk injection tapros. percayalah…bersama kesulitan ada kemudahan

  100. shiendy Says:

    Saya mau tanyaor info tentang biaya laraskopy ma hasilnya dongk ???

  101. ida Says:

    Ass. Bp Herry, gmana sekarang sudah diberikan momongan atau belum?…saya masih bingung nich, dari ketiga Dokter saya (2 suruh laparaskopi, 1 suruh laparatomi), apakah sebelumnya Bp dan Istri Pernah mencoba atau dianjurkan untuk Inseminasi?….SEMOGA Bapak & Istri Segera diberikan Momongan. AMIEN. Wassalam.

  102. Bita Puspa Says:

    Dear All,
    Mau sharring aja, aku baru menjalankan laparaskopi minggu ini tanggal 17 January 2010, di RS Bunda Menteng dengan Dr Ivan, seharusnya dari tanggal 16 January aku sudah harus nginap untuk persiapan,krn tidak dapat kamar akhirnya aku baru masuk jam setengah 5 pagi tanggal 17 January 2010, persiapan seperti tes darah, tes alergi obat, dan maaf ( pembersihan rambut daerah kewanitaan ) , setengah delapan masuk ruang operasi , pasang infus, dan ngobrol tentang apa aja obat yang akan diberikan oleh Dr Ananestesi aku lupa namanya Dr Siapa, ada tuh di billnya :)) dokternya baik2 cerita apa aja yang akan dilakukan dan prosesnya seperti apa, jam 8 operasi katanya jam stengah 10 selesai, aku masih diruang pemulihan krn “teler” bius total, samar2 aku denger suara Dr Ivan, “operasinya berhasil yah ” aku jawab iyah ( dalam hati duh dokter terserah deh aku pasrah ko, skr ko ditanya2 :) ) pasti dia cuma mo ngetest aku udah sadar apa belum, terus jam 12 aku dibawa ke kamar inap, baru boleh minum dikit2 setelah ada dokter visit periksa lambung, cuma dikasih bubur sumsum hiks :( padahal lapar, katanya siy supaya ga kaget lambungnya, plus dikasih obat antibiotik dan pondstan, besok pagi sarapan telur , susu plus minum antibiotk dan ponsdtan lagi, siang udah pingin cepet2 pulang, eh kepergok ma dokter jalan2 sekeliling rumah sakit :) Dr Ivan baik dan ramah, thank you for your good willingness…selanjutnya usaha ikhtiar lagi, 6 bulan proses normal, doakan yah semua, amien ya Rabbal Alamin

  103. yulhaini Says:

    Ass, saya disini mau berbagi pengalaman. Pada bulan maret 2009 Saya difonis dokter mengidap kista coklat diovarium kiri dan kanan, sudah lebih dari lima dokter kami datangi semua menyarankan operasi, saya takut banget, sampai akhirnya sepupu suami saya menyarankan untuk LO berdasarkan pengalaman temannya yang bisa hamil setelah pengangkatan kista dengan LO. saya dan suami konsul dengan dr wahcyu di RS bunda jakarta dan operasi di klinik raden saleh dokternya sama kok dr wahcyu juga diklinik biayanya lebih murah, total semua biaya yang kami keluarkan lbh kurang 14 jt, saya operasi tgl 10 sep 2009, datang keklinik pagi jam 8 selesaikan biaya administrasi kemudian langsung masuk ruang tunggu operasi. sekitar jam 10 msk ruang operasi, saya tidak mau melihat apapun benda yang ada diruang operasi saya hanya berdoa, saya tdk tau apapun selama operasi karena memang dibius total, saya sadar jam 1 siang, setelah operasi saya tidak merasakan sakit hanya mual dan pusing, malamnya jam 9 saya langsung pulang. 1 minggu setelah operasi saya konsul lg ke dr wahcyu dia menyatakan kondisi rahim saya sudah bagus dan siap untuk hamil, tapi dr menyarankan saya untuk suntik tapros 3x, selama 3 bulan, kata dr saya tidak akan haid sampai des, baru haid bln jan dan bisa hamil bulan feb, tapi sampai sekarang saya belum haid juga. Tolong doa nya ya teman-teman mudah-mudahkan feb ini saya benar bisa hamil. Amiiin

  104. yulhaini Says:

    bagi yang ingin tahu banyak tentang laparaskopi kista, nonton aja di trans 7 hari senin tanggal 25 jan 2010 jam 10 pagi

  105. Eleonora Says:

    Salam kenal… Mau sharring aja….., hasil dari HSG tuba kiri dan kanan di ter tutup, s [sudah 2x HSG], dokter menyarankan untuk BT/ Adopsi/ Laparotomi, dan saya milihnya LAparotomi, tapi sampai hari ini saya masih bingung…….saya takut nanti terjadi apa-apa. mohon pencerahannya kalo ada yang sudah pengalaman.

  106. Eleonora Says:

    Salam kenal… Mau sharring aja….., hasil dari HSG tuba kiri dan kanan ter tutup, [sudah 2x HSG], dokter menyarankan untuk BT/ Adopsi/ Laparotomi, dan saya milihnya LAparotomi, tapi sampai hari ini saya masih bingung…….saya takut nanti terjadi apa-apa. mohon pencerahannya kalo ada yang sudah pengalaman.

  107. vivi Says:

    halo Pak Heri, saya juga mengalami hal yang sama seperti istri bapak. tapi saya belum berani untuk memutuskan melekukan tindakan laparoskopi. saya masih menimbang nimbang baik buruknya, termasuk masalah dana. kalau boleh saya tau, apakah istri bapak sudah berhasil hamil setelah laparoskopi?
    thanks

  108. Jasmin Says:

    Assalamualaikum
    Trimaskasih Pak, blognya sangat membantu & menginspirasi sekali. Ternyata banyak sekali permasalahan tentang kista atu reproduksi wanita ya..
    Memang Allah Maha kuasa & Maha berkehendak, kalau dilihat ada byk orang yg sulit sekali punya anak sementara kalau dilihat org2 jalanan (pengamen, pngemis/kls bawah) anaknya malah brerot…yah setiap org memang beda rezekinya ya, ada yg diberi kelebihan harta,ada yg dberi kelebihan anak..
    Dsini saya jg ingin berbagi pngalaman. Saya baru 1 bln yg lalu mjalani operasi laparoskopi. Saya baru tahu menderita kista stelah selama 4 bln yg lalu setiap hari pertama mens menderita sakit yg luar biasa pdhal sebelumnya tdk pernah sakit.Setelah di USG ditemukan kista endometriosis 3 cm di indung telur sblah kiri dan kista dermoid 7 cm sblah kanan. pertama dengar saya shock & sempat nangis didepan dokter :-) krn saya blm menikah, smntara umur sdh 37 th (biasa permasalaha orang2 lajang ha.ha..) dan kena kista lagi. Prasaan khawatir terus berkecamuk, tapi untung ini cuma brlangsung shari. Saya akhirnya bisa pasrah & coba mngambil hikmah dari semua ini.
    Setelah minta waktu 3 bln & coba brobat alternatif tapi trnyata tdk berhasil, akhirnya saya putuskan operasi. Saya operasi laparoskopi di YPK Menteng dg Dr. Nadir. Biayanya lumayan jg skitar 20 jtan. Saya juga sempat berpikir biaya ditanggung ibu2 di daerah utk laparoskopi jauh lebih murah ya, ada yg cuma 2,9 jt. Yah mungkin kondisinya beda2 ya…
    Memang pemulihan operasi ini tdk begitu lama. Saya cuma 3 hr sdh pulang. Saat ini sdh beraktivitas normal. Alhamdulillah stelah dianalisa indung sbelah kiri (yg diduga 3 cm) tdk ada kistanya cuma ada pelengketa2 dg usus dan ini memang yg lebih sakit. Smentara yg kanan yg lebih besar (kista dermoid) katanya tdk berbahaya dan memang tdk sakit.
    Saat ini saya dianjurkan suntik tapros selama 3 bln pada saat mens datang.
    Mengenai permasalahan punya anak, sperti yg banyak disampaikan Ibu2 sebelumnya bahwa itu semata2 haknya Allah. Dan saya yakin sekali kalau Allah sdh berkehendak tak ada yg tak mungkin. Apapun penyakitnya kalau Allah sdh meberikan izinNya, itu pasti akan trjadi. Banyak sekali keajaiban2 yg kita baca sebelumnya khan…dan kalau memang Allah blm memberikan izin walaupun kondisinya sehat itu tidak akan terjadi.
    Jadi percayalah Bapak2 & Ibu2 akan maha kuasa, maha pengasih, maha penolong Allah. Tetap berdoa dan berikhtiar serta ikhlas padaNya. Pasti segala sesuatu ada hikmahnya dan Allah tidak menguji hambaNya diluar kemampuannya. Thanks.
    Wassalam

  109. willa Says:

    saya sampai menangis baca artikel ini,,,,,,,saya membayangkan jika istri anda itu adalah saya………
    saya di vonis dr. untuk melakukan laparaskopi setelah 6 bulan saya konsul,,,skrg sudah lewat 8 bulan saya belum melakukannya,,,,selain masalah biaya….saya belum siap untuk operasi,,,saya takut,,,,
    eia saya bc artikel mas hery tgl 28 peb 2010,,,,,apakah skrg sudah berhasil mendapatkan ‘junior’?….

    • Hery Azwan Says:

      Sampai kini kami msh menantikan junior.

      • ida Says:

        Ass Bp Hery….apakah Bapak & Istri masih berobat ke Dokter untuk sekedar bertanya, kira2 ada masalah apalagi (selain Kuasa Tuhan)kenapa belum hadir juga sang Junior??……

        Wassalam.

  110. Titis Says:

    Assalamualaikum pak Hery..
    Bagaimana kabar bapak dan istri?mg2 selalu dlm lindunganNya..Amien..
    Saya cm ingin sharing dan berbagi pengalaman nih…
    Sebelumnya di bulan Oktober 2009 sy pernah sharing jg disini ttg operasi Laparoscopy saya di bulan September 2009.
    Nah, setelah Laparoscopy di bulan tersebut, sy harus minum obat setiap hari selama 4 bulan penuh, dengan maksud untuk penyembuhan pasca operasi..sy juga tdk menstruasi di kurun waktu 4 bln itu.
    Dan di bulan Februari 2010, akhirnya saya mendapatkan Menstruasi pertama saya…dan saat itu juga saya dan suami diprogram hamil untuk pertama kalinya pasca operasi…
    Februari program..dan alhamdulillah di bulan Maret ini sy dinyatakan positif hamil….
    Benar2 kabar yang menggembirakan bagi saya dan suami..karena penantian selama 2th lbh terjawab sudah di bulan ini.
    Sy hanya ingin sharing, khususnya bagi ibu2 yg lain yg sama kasusnya (endometriosis) dan harus di laparoscopy…jangan menyerah..jangan sekali2 putus asa…banyak doa…sabar..dan yang penting harus yakin bahwa kita bisa.
    Semoga sharing sy kali ini bs membuat inspirasi bagi yang lain, baik yang sudah atau akan menjalani laparoscopy..jangan takut..insyaAllah semua akan baik sesuai harapan kita..Amien.
    Terima kasih buat P.Hery dan keluarga yg bnr2 sdh memberikan inspirasi bg sy dan ibu2 yang lain.
    Semoga usaha bapak dan istri berhasil.
    Wassalamualaikum

    • Hery Azwan Says:

      Subhanallah, Mbak Titis akhirnya hamil setelah dilaparoskopi. Ini suatu berkah yang patut disyukuri. Bagi ibu2 lain yang mengalami hal sama, bisa mengambil pengalaman dari Mbak Titis ini.

      Salam

  111. ikijogja Says:

    Terharu membaca tulisan ini….sekarang bagaimana pak?

  112. tonny Says:

    Assalamualaikum semuanya ,

    Belum lama ini istriku mengalami anyang anyangan dan akhirnya kami ke dokter istriku yaitu Dr.Ivan di Rs bunda. Dari diagnose dr ternyata ada suspect hydrosalpinx yaitu infeksi di indung telur sebelah kiri dan cairan di dalamnya mengandung toxic. Dan akhirnya Dr menyarankan agar melakukan HSG . Dari HSG diketahui ternyata Hydrosapinx sudah sebesar 10 Cm dan disarankan laparaskopi .

    Tgl 15 April 2010 kemarin istri tercintaku baru saja menjalani laparaskopi untuk operasi Hydrosalpinx di Rs. Bunda Jakarta. Start dari hari kamis malam masuk Rs dan jumat pagi jam 06.00 istriku masuk ruang operasi yang dilakukan oleh Dr. Ivan dan Dr. Irham . flashback ke belakang semenjak sebelum menikah , istriku sering mengalami demam yang tidak tahu asal muasalnya dan maaf, mens yang tidak teratur. Saat operasi berjalan saya tidak hentinya memanjatkan istigfar dan doa agar diberikan segala kemudahan dari Allah Swt . Pukul 07.15 saya dipanggil masuk untuk diperlihatkan hydrosalpinx yang diderita istriku melalui monitor. Dr.Ivan menjelaskan dengan sangat baik dan sangat menenangkan aku, dan meminta ijin untuk melakukan pengangkatan indung telur sebelah kiri ” apabila ” infeksi sekiranya sudah terlalu luas namun ini adalah tindakan terakhir namun diusahakan agar tidak diangkat . Akhirnya aku menunggu kembali di luar ruang operasi.

    Pukul 9 pagi Dr keluar dan memberitahukan bahwa infeksi sudah hampir ke arah panggul , tindakan yang diambil adalah mengangkat indung telur sebelah kiri yang tentunya sudah dengan seijinku dan ini sudah kami bicarakan dengan istriku sebelum masuk ruang operasi . Indung telur sebelah kanan dalam keadaan baik seperti yang diperlihatkan sebelumnya kepadaku . Dalam hati aku bersyukur bahwa Hydrosalpinx yang diderita istriku akhirnya dapat dibersihkan.

    Dalam ruang pemulihan aku melihat istriku masih terbaring lemah dan aku melihat kekuatan dari seorang istri. Tanpa sadar air mataku terjatuh melihat istriku terbaring lemah di ruang pemulihan. Aku mencium keningnya berulang kali dan kemudian aku keluar karena aku tidak ingin mengganggu masa pemulihan istriku . Masya Allah , begitu besar pengorbanan seorang istri untuk suaminya .

    Saat ini istriku masih di Rs dan sudah berangsur pulih dengan 3 bekas luka sayatan operasi dan diameter kecil di pusar , kiri dan kanan perut. Syukur Alhamdulillah semua berjalan lancar dan Dr.ivan mendoakan kami bahwa setelah ini Insya Allah anak pertama kami segera mendapatkan adik. Terima kasih Dr. Ivan

    Mohon doa dari semuanya untuk kesembuhan istriku dan bagi kawan kawan semua yang mengalami hal yang sama denganku , jangan berputus asa dan jangan takut karena Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan kita sendiri. Untuk para suami, Sayangilah istrimu karena pengoraban mereka pastilah melebihi pengorbanan kita para suami .

  113. Reni Says:

    Assalamualaikum Pa Hery..apa kabarny & salam kenal.Saya sudah menikah kurang lebih 4 taun tapi belum di karuniai momongan.Saya mempunyai masalah juga di ov kiri ada endometriosis 3,6 cm.Dr spOg nyaranin laparoscopy,tp belum dilakukan karena masih takut,setelah membaca blog ny Pa Hery sangat membantu sekali jadi tau pengalaman2 yang sudah laparoscopy,meskipun masih menimbang nimbang mau kapan di lakukannya.Saya juga pernah HSG,hasilny bagus tdk ada penyumbatan dan kedua tuba paten.Yang jadi masalhnya mungkin endometriosisny yang mengganggu kesuburan.Mdh2 an saya dikuatkan dan berani laparoscopy seperti keluarga Pa Hery dan istri.Sama2 saling mendo’akan ya Pa….

  114. elis Says:

    bmn pak,apa istrinya sdh hamil?sy dan suami jg sdh 3 thn lbh blm diberikan keturunan,smga istri bpk cpt hamil ya,doain kami jg

  115. Dina Says:

    Terimakasih artikel ini sudah membuat saya agak tenang, meskipun saya baru operasi nanti tgl 05/03/10.
    Kami sudah 5 thn menikah tapi rasanya sudah banyak yang kami alami. Sy pernah keguguran dan dikuret, tapi setelah dikuret saya tidak haid selama hampir 1 thn dianjurkan laparoskopi tapi saya memilih alternatif. Tapi cobaan Allah rupanya masih menguji kami, thn 2009 saya terlambat haid, saya cek positif saya ke dokter tapi belum terlihat jadi harus nunggu 2 minggu lagi. Belum sampai 2 minggu saya mengalami pendarahan di dalam karena ternyata saya hamil diluar kandungan dan tuba sebelah kanan harus diangkat, setelah kontrol dokter memberitahu bahwa saya tidak mungkin punya anak krn tuba yg kiri ada endometrisis, saya syok mendengar hal itu tapi untunglah suami menguatkan dan membesarkan hati saya. Saya pun mencari second opinion ke dokter lain alhamdulillah dokter yang sekarang bilang masih bisa, saya pun terapi dengan obat dan melakukan inseminasi. Bulan Februari saya inseminasi tapi gagal kemudian dokter mengevaluasi ternyata sel telur saya tidak bisa berkembang karena dihadang endometriosis yang semakin besar dan dokter menyarankan laparoskopi. Sekarang saya mau ke dokter jantung dulu karena memang saya juga punya riwayat aritmia (detak jantung tidak beraturan). Semoga operasi di hari rabu nanti lancar dan kita semua diberi kemudahan mendapatkan anak yang sholeh. Tolong informasinya, setelah berapa lama ya boleh program lagi. Terimakasih

  116. rere Says:

    seru juga dengar komentar tentang laparoskopinya, kira-kira pastinya biaya untuk laparoskopi berapa ya?
    tx b4

  117. ning Says:

    Assalamualaikum.. Gmn pak kbr istrinya skrg? Semoga sll dlm lindungan Allah..
    Baca blog ini spt menambah kekuatan u sy. Maaf kalo sy sdkt sharing. Bbrp tahun belakangan sy kl mens sakit skl. Tp baru jan’09 cek k dokter kandungan,krn sy fikir hy skt mens biasa. Tp spt petir yg menyambar ketika dokter blg sy mengidap penyakit kista. Saat itu sy mjelang menikah.dr lamaran,cincin,hg gedung sdh siap d pesan. Namun calon suami sy meninggalkan sy krn takut sy ga bs py anak.makin tpuruklah sy.sgt putus asa,bagai mayat hidup,klg yg menguatkan sy. Dokter menyarankan laparoskopi tp sy fikir operasi itu menakutkan jd sy berobat alternatif hg kmn2 tmsk sinse,pantangannya byk. Yg da,penyakit ga bkurang tp sy tumbang krn hb rendah. Akhirnya sept’09 sy operas laparaskopi. Tp alhamdulillah sy operasi d RS dinas,d RSPAD,jd gratis. Tdk spt yg sy takutkan,tyt ops cm sehari dah blh plg. Mens yg pertama stelah ops yg lbh sakit,krn msh da bekas luka ddlm. Stlh ops dilanjutkan terapi tapros 6X. Krn hasil laparoskopi kista sy da 2,kanan n kiri diluar rahim. Dan yg kiri sudah perlengketan k rahim. Tp skrg mens masih sakit.untuk mjaga kesuburan dokter menyuruh sy minum pil KB yaz hg menikah,renc akhir tahun ini menikah. Mohon doanya jd semoga lancar..
    Semoga Allah mberi kemudahan u qta semua yg mau bersabar n berikhtiar.. Amin Ya. Rabb
    Terimakasih krn sdgh bs sharing disini.intinya jgn pernah ragu u berikhtiar n berobat k dokter.. Meski pd akhirnya Allah jualah yg menentukan.. Wassalamualaikum

  118. iis isnawati Says:

    bagaimana kondisi istri bapak sekarang setelah laparoskopi? Kalau boleh saya minta no tlp/hp pak hery/istri

  119. maya Says:

    alhamdulillah saya menemukan tulisan bapak……seperti yg lagi saya rasakan pak….saya uda 4 taon belum dikaruniai momongan. skrg jg lg menjalani terapi sama Prof Dr Samsul Hadi di sby. salah satu terapi yg akan sy jalani laparaskopi (bln dpn kalo saya masih haid). saya awam banget dengan istilah ini, tapi setelah baca dari berbagai sumber (pengalaman bapak juag) Insyaallah saya memahami. jadi kalo misalnya nti saya menjalani laparaskopi bisa menjalani dengan tenang….makasih tulisanya pak…semoga Allah mengabulkan doa kita semua….

  120. dewi Says:

    Ass…
    Alhamdullillah, saya membaca tulisan bpk….
    smua yang bapak tulis, persis seperti yang saya jalani sekarang, saya sdh menikah selama 6 tahun….saya berobat dgn dr. Tengku Syariful di Balikpapan, operasi laparaskopi sdh saya lakukan bulan agustus kmrn dan alhamdullilah tidak ada masalah dlm perut saya, operasi jam 12 hanya sekitar 1 jam operasix…jam 5 sore saya sdh keluar rumah sakit tanpa ada keluhan, bekas operasix hanya seperti titik2…dan sampai skrng saya masih haid, rencanax besok malam saya akan mulai TAPROS INJ. bagaimana kbr istri bpk setelah tapros, apa ada efek sampingx? mudah2an qta semua dberikan kmudahan dan ksabaran dlm menjalani ikhtiar qta….Amien Ya Rabb……wass

  121. indrie Says:

    Ass.
    Alhamdulillah saya pun membaca tulisan bapak seperti mbak dewi di atas…kebetulan saya juga pasien dr. tengku syariful di balikpapan ( wah mba dewi jangan – jangan kita sering ketemu yah.. )…. tanggal 10 desember 2010 saya berencana akan melakukan laparoskopi juga… terus terang saya deg – deg an sekali…. mudah2 an semua berjalan lancar karena saya belum pernah sama sekali masuk yang namanya ruang operasi….


  122. [...] Menggenapkan Ikhtiar Melalui Laparoskopi January 2008 133 comments 3 [...]

  123. Aning Says:

    Salam kenal semuany….
    Wa berkat tulisan pak Herry thread ini jadi ajang berbagi pengalaman menjalani LO.Saya juga ingin berbagi pengalaman saya.LO dilakukan pada tgl 27 Desember’10, ya baru aja ni….masih membatasi aktivitas juga.saya LO awalny karna ada kista dan dugaan hidrosalphinx. hasilnya kista lutein di ovarium kiri dan lengket dg tubanya, kemudian tuba kanan tertekuk, padahal ovariumnya sehat. Ternyata inilah penyebab belum hadirnya momongan di tengah2 kami selama 8 tahun ini. Setelah keluar ruang operasi rasanya sesak, bahu nyeri, tenggorokan rasanya rapet,seperti tersisa sedikit ruang untuk minum.mungkin karna anti nyerinya bukan yg lewat infus jadi lebih berasa nyeri pas malam hari, tp nyeri cuma 2 malam, seminggu kemudian udah sembuh ko.Usaha kami tidak segigih Pak Herry, kami hanya menjalani alternatif satu kali, pijat dan cek dokter 3 kali.ikhtiar alternatifpun dilakukan pada tahun yg sama dg vonis kista saya.saya merasa setelah menggunakan herbal alternatif yg seperti di TV, H. Ir***d, beberapa bulan kemudian sya punya keluhan sakit di perut kiri bwh, ga taunya kista.padahal sebelumnya sya tidak pernah mengalaminya.hati2 saja dengan alternatif di TV.sekian pengalaman saya.saat ini sedang program alami, karna kata dokter semua sudah OK.Oya saya tidak suntik tapros karna kista saya bukan jenis endo.

  124. dian Says:

    ass wr wb……
    terima kasih to bpk Hery dan istri atas artikelnya. saya sudah 6,5 th menikah namun belum ada junior. permasalahan ada pada kami berdua meski sebelumnya suami sulit menerima kenyataan ini semua. mari kita tetep berdo’a berusaha ikhtiar. Allah SWT kini dan sampai kapanpun akan selalu memberi yang terbaik to umatnya…saat ini Allah sedang memberikan kepada kita satu kenikmatan iman untuk kita introspeksi diri. Allah sedang memberikan kepada kita kenikmatan untuk lebih menyayangi pasangan kita masing2 lebih saling memahami dan saling support….
    semua akan indah pada waktunya
    salam kenal dari dian & yusuf

  125. Jazili Says:

    Salam kenal mas…, gimana hasilnya mas, apa kehamilannya berhasil…, saya ada teman yang juga kena kista dan dokter juga nganjurin laparaskopi.

    seberapa maksimal ya mas hasilnya pada penyembuhan dan potensi kehamilan…

    Terima kasih.

  126. achmad Says:

    Assalamu’alaikum Mas,

    Salam kenal, saya sdh mau 5 thn menikah dan istri saya sdh pernah operasi laparoktomi karena ada kista yang cukup besar dan hingga kini belum juga hamil, setelah beberapa bulan yang lalu hsg, hasilnya ada penyumbatan dan dokter menyarankan untuk laparoskopi, kalau boleh tahu biayanya berapa ya mas dan suntikan tapros itu apakah sebulan sekali selama 3 x ?
    mudah-mudahan Alloh memberkahi kita semua dan segera memberikan amanah yang sholeh dan sholehah, amiin ya rabbal’alamin

  127. bindu Says:

    halooo, saya ingin tau kabar selanjutnya, apakah sudah berhasil pak? saya ingin mendengar kabar keberhasilan krn saya br saja selesai laparoskopi n sedang harap2 cemas. thanx

  128. achmad Says:

    assalamu’alaikum Pak HEry
    semoga Alloh memberkahi bapak dan keluarga, kalau boleh tahu setelah operasi berapa lama baru suntik tapros ? dulu operasinya karena apa? karena perlengketan atau kista ?
    mohon do’anya insya Alloh hari sabtu 16 April 2011 istri saya akan menjalani operasi yang sama dengan operasi istri bapak.
    thanks

  129. mpee Says:

    assalamualaikum,
    mohon dishare,
    1. efek-efek suntik tapros
    2. cara pengobatan alternatif selain suntik tapros
    semoga kita semua diberikan ‘keajaiban’ yang terindah…
    tetep berjuang

  130. Safarida Says:

    Ass….pak Hery, sy turut mendoakan insyaallah perjuangan bapak dan istri cepat dikabulkan oleh Allah SWT,Amin….
    Sy juga mengalami hal yang sama seperti bapak dan ibu. usia pernikahan sy sdah memasuki tahun ke 4 akan tetapi Allah Swt belum memberikan amanahnya kepada kami. kami sdah mengikuti semua saran dari dok. kandungan kami sampai akhirnya sy dianjurkan untk laparascopi jga. sblum keluar pernyataan sy hrus dilaparascopi,sy di HSG terlebih dahulu dan hasilnya ada penyumbatan di tuba kanan kiri sy. akan tetapi dengan HSG, penyumbatan di tuba kiri sy uda pecah dengan masuknya cairan kontras yang dimasukkan dokter, smentara tuba kanan sy tidak mau pecah sama sekali walaupun diulang sampai 4 kali sy menahan sakit waktu disuntikkan cairan kontras ke dalam rahim sy. skrang sy dianjurkan laparascopi oleh dok. kandungan sy, ktanya sih sy bsa aja hamil krn tuba kiri sy uda gak tersumbat lg, tpi besar kemungkinan hamil diluar kandungan kalau gini sy jga gak mau. mau tidak mau sy hrus ikut kata dokter meskipun dia bukan tuhan. rencananya sy laparascopi bulan depan (bulan 6 2011) ini. awalnya takut jg sih tp setelah membaca artikel bapak sy menjadi termotifasi.terima kasih pak Hery sdh berbagi pengalamannya, insyaallah bapak sdh mendapat jawaban dari semua perjuangan bapak dan istri selama ini. doain kami juga semoga lancar selama operasi nanti. salam kenal dari kami tasriida.

    Selamat berjuang Ibu Tasrida. Semoga berjalan lancar ya operasinya. Saya dan teman2 semua yang pernah berkunjung di blog ini akan mendoakan ibu selalu….

  131. inayah Says:

    prnah mengalami kepanikan menantikan buah hati yang tak kunjung tiba membuat saya pengen sharing,

    sy menikah th 2006, tdk prnah menunda utk mendptkan momongan, namun smpai 2thn kami menunggu km blm jg dikaruniai Allah, akhirnya kami semakin panik, thn pertama pernikahan sy smpt telat 3 minggu tanpa rasa mual dan ketika cek ke spog trnyata sy negatif dan ketika usg dr bilang ada lemak yg menghalangi jd hrs diet (memang waktu itu sy agak gemuk).

    2 tahun lebih kami tunggu, tp kami tdk pernah lg ke dokter u/ cek krna kami khawatir hasil diagnosa dokter yang membuat sy khususnya panik dan itu membuat sy lbh sulit untuk hamil (itulah keyakinan kami pd waktu itu).

    sy cuma yakin bahwa anak itu rizki, dan silaturahmi itu mendatangkan rizki, akhirnya di tengah kesibukan suami kami menyempatkan diri untuk mengunjungi banyak teman lama dg niat ikhlas karna Allah utk menyambungkan silaturahmi dan meminta doa pd semua yg kami kunjungi agar kami dikaruniai momongan, alhamdulillah satu bulan setelahnya (ramadhan 2008) saya mual2 ktika di rumah mertua dan ketika pulang ke rumah, suami memaksa u/ tes lewat tespek (karna sy menolak stlh seringkali kecewa karna hasilnya selalu negatif), sy bilang ke suami, sy mau test tp ga mau lihat hasilnya. akhrnya sy cm kasih air seni sy aja ke suami, suami yg ngetes, dan diluar dugaan… alhamdulillah ternyata saya positif, subahanallah… senang bukan kepalang waktu itu :)

    kami percaya Allah ciptakan alam ini utk kebutuhan makhluknya, dan nenk moyang kita pun mewariskan banyak hal baik utk kita, kami mengikuti saran apapun yang baik dari orang, 2 bulan sbelum hamil kakak ibu saya menyarankan untuk minum air kelapa muda, krna air kepala muda katanya bisa membuat rahim megar, dan ketika setelahnya saya rutin minum kelapa saya pijit ke paraji/dukun beranak (untuk pertama kalinya) beliau bilang : rahimnya udah megar, kalo bulan depan telat brarti hamil, dan alhamdulillah bulan depanya saya telat dan positf hamil.

    intinya, ikuti saran banyak orang selama menurut kita itu masuk akal dan kita percaya, smpt disaranin buat makan buah alpukat tp jangan dijus langsung makan buahnya dikerok aja pake sndok karna kamdungan asam folatnya tinggi, minum susu unmum jg saya rutin u/ memenuhi kebutuhan asam folat karna stlah baca sana sini untuk persiapan hamil asam folat dibutuhkan u/ pembentukan otak janin, alhamdulillah saran2 itu sy dapatkan ketika saya bersilaturahmi dg banyak orang,

    jangan menutup diri, jika ada yg bertanya ‘koq blm punya momongan?’ berhusnudzan aja bahwa dia perhatian sama kita dan menginginkan yang terbaik untuk kita.

    jika kita serius berusaha Allah akan memberikan jalan, anak adalah harta yang tdk ternilai harganya, makanya ketika disarankan bhwa berkedara roda dua mempengaruhi sperma, suami saya bela2in untuk berhenti/menghindari sekali mengendarai motor, dan saya pun instirahat berhenti bekerja karna komitmen kami untuk memiliki anak, intinya sang calon ibu tidak boleh kelelahan, lbh baik sy kehilangan pekerjaan u/ smentara waktu daripada kami harus menunggu lahirnya buah hati lbh lama lagi.

    dan yang paling penting berdoa… krn semua milik Allah, anak cuma titipan,

    buat ibu2 yg blm jg diberi momongan yakin aja bahwa kita lahir dari seorang ibu dan akan menjadi ibu, yg penting tetap berikhtiar dengan keras, tp jangan bebani pikiran dengan keinginan punya anak, beban itu akan menghalangi kita u/ punya anak, nikmati aja semuanya terutama ketika kita ‘bikin anak’ :D hilangkan keinginan u/ punya anak, yang penting kita sudah melakukan sesuatu u/ dpat menimang anak.

    buat pak hery, semoga bapak sm istri akan segera Allah karuniai anak, salut buat anda dan salam u/ istri anda :)

    wassalaamu’alaikum warahmatullah

    • intan Says:

      alhamdulillah ya mbak ida, saya senang membaca tulisan mbak ida, di blog ini saya banyak mendapat motivasi, mgkn saya akan banyak silaturahim. :p (kayaknya emang kurang mbak)

  132. Nai Says:

    Assalamu’alaikum

    Hullo all, saya baru hsg bbrp hari lalu dan hasilnya tuba non paten bilateral. Saya ket dan diangkat tuba kiri di bulan des. Dokternya rada surprised liat hasil hsg yang bilang saya tersumbat dari mulai pangkal, soalnya saya sempat hamil -meski ket- dan positif meski cuma
    2 hari di bulan April. Dokter satu menyarankan laparoskopi untuk diagnostik benar ga sih ketutup, yang satu bilang buang2 uang mending langsung ivf.

    Gimana ya bagusnya? Terus di antara teman2 ada yang pernah laparoskopi selain dengan dr hardi ga? Pingin Dr wahyu tapi di bunda mahal bener ya.

    Saya rada takut laparoskopi soalna keknya mirip bgt dengan laparotomy yang saya alami di des waktu pengangkatan tuba kiri.

    Makasih banget ya, semoga kebaikannya dibalas Tuhan

  133. susi sofi'i Says:

    mas herry,smg trkabul hajatny
    ceritany prsis sm saya,tp saya opersiny 1th yg lalu,tp smpi skrng msih blom hdir jg malaikat kecil,tp hanya bisa sabar iktiar,
    mg sukses yaa mas,

  134. Reni Says:

    Apa kbr pa Hery? Alhamdulillah..akhirnya setelah hmpir 2 taun berfikir takut menjalani LO,tgl 31 mei 2011 kemarin sudah di laksanakan dgn lncar.sy mhon info tahapan selanjutnya,kata dr obgyn nya kalau dapet haid baru kontrol lagi sambil nanti program suntik.setelah LO bln depan nya langsung dapet haid lagi ga waktu istri bp? Gmna kbr terbaru dari pa Hery dan istri? Mksi sebelumnya atas info nya.

  135. dwi suci Says:

    slm knal pk hery…
    Kmi mnikh sdh 4 thn lbih,blm jg dpt mo2ngn. Sjk prnikhn msih brusia 1 th dah pmriksaan k DrSpOG. Tp kmdian pindh tmpt krj,mnghruskn kmi brjauhan dg suami,ktmu 1 mggu se x. Medis kmi tingglkn,bralih k brbgai pngobatn altrnatif. Alhasil smua ksong. Prnah dpt tindkn hydrotubasi. Stlah tu kmi vakum / tdk kontrol. baru skrng da keinginan tuk mlanjutkn pngobatan k dokter. Mmbca pngalamn tmn2 sperjuangn kok jdi takut misal mnjalani laparoskopi tu….

  136. Tasri Muna Says:

    assss……..makasih banget kepada pak Hery juga kawan2 atas doax, alhamduliialh laparascopy istri sy kamis, 16-06-2011 di rumah sakit Dr Wahidin Sudir o Husodo kemarin berjalan dengan lancar. sy sekarang masih dalam masa pemulihan, uda diperbolehkan pulang sejak tgl 20-06-2011. oh ya gimana dengan pak hery, uda ada hasil yah?

  137. Leny Says:

    Assalamu’alaikum….
    Slm kenal Pak Hery dan istri….
    Tgl 6 Juni kmrn sy jg hbs laparotomi dlm rangka menggenapkan ikhtiar spt yg bapak dan ibu lakukan. Kami sdh satu stgh tahun menikah dan belum dapat keturunan juga. Pertanyaan dari orang2 yang care di sekitar kita memang seringkali menusuk kalbu. Sampai pernah saya berpikir, apa salah kalau aku tidak hamil, sementara suamiku (meskipun sangat ingin punya anak) tidak pernah “memaksaku” untuk segera hamil, spt yg kebanyakan org tanyakan.
    Stlh setahun 2 bln akhirnya kami menyempatkan diri untuk periksa ke dokter. Dan hasilnya….dokter mendiagnosa ada kista coklat di ovarium kananku. Beliau kemudian menyarankan hsg utk mengetahui apa ada penyumbatan di tuba falopi-ku. Hasil hsg menunjukkan memang ada penyumbatan, tapi di tuba falopi yg kiri. Jadi intinya, kondisiku tidak maksimal untuk bisa punya keturunan secara normal (tanpa ada tindakan operasi untuk mengangkat kistanya). Shock sdh pasti, tp alhamdulillah sy pny suami yg buaek bngt, dia trus support sy, meski sy tahu dia pun shock. Stlh 3 bln mencoba cara alami untuk hamil, akhirnya kami memutuskan untuk operasi apalagi ukuran kistanya semakin membesar. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. saat ini juga masih cuti dalam rangka pemulihan pasca operasi.
    Membaca semua cerita di atas kembali mengingatkan sy bahwa saya tidak sendiri, meskipun banyak org menanyakan kapan saya hamil, ternyata di luar sana pun banyak saudara saya yg mengalami hal serupa spt saya.
    Satu hal yang selalu menguatkan sy menghadapi semua ini (selain suami saya yg suabarnya minta ampun) adalah keyakinan bahwa Allah selalu menyayangi kami sekeluarga. Tidak ada yg tidak mungkin di dunia ini, termasuk kesempatan kita untuk punya keturunan seperti pasangan yg lain. Dan Allah Maha Mengetahui apa yg terbaik untuk hamba-Nya.
    So, keep fight friends, wish the best 4 all of us….
    Wassalamu’alaikum…..

  138. Wiwik Says:

    Ass…
    Beruntung skali sy menemukan artikel ini. Membuat sy smkin kuat bahwa bkn hanya sy saja yg mengalami hal spt ini. Mgkn agak berbeda dgn istri bpk yg br menjalani laparaskopi 1x…
    Thn 2006 sy sdh pernh operasi mskpun dgn metode konvensional. Itu adlh hal yg membuat sy trauma smpai skrg ini. Tanpa d sangka d thn 2011 ini kista coklat itu ‘nongol’ lg tanpa d undang. Stlh mencari informasi ttg laparaskopi d ‘om google’ d tmbh membaca artikel bpk,berangsur tp psti menepis trauma sy dg ruang operasi. Skrg sy berada d RS Mitra Keluarga waru n menunggu d dorongnya bed menuju OK utk laparaskopi. Mhn doa’y. Semoga smua berjalan lancar. Amiin…

  139. martha Says:

    Alhsaya suka dengan judul tulisan bapak “Menyempurnakan ikhtiar”! Alhamdulillah…senin 18 juli 2011 saya baru menjalani operasi laparoskopi juga.telah terjadi pelengketan dlm saluran tuba ygmenyebabkan sperma tdk bisa masuk termasuk tangan yg bertugas menangkap sperma juga lengket. Mudah2an habis penyempurnaan ihtiar ini Allah segera memberikan keturunan pada kami.bgm istri bpk?anaknya udah lahir kah?

  140. mpee Says:

    assalamualaikum…
    saa mendapatkan cerita ini dari teman karib saya yang didiagnosa memiliki Myom berdiameter 6.0mm (menurut dokter, kemungkinan hamil sangat keci) dia sudah berikhtiar selama 2,5 tahun (berbagai cara). sekarang dia mengabarkan bahwa dia sedang mengandung 8 minggu.ketika saya tanya resepnya? dia jawab “its simple”
    1. untuk penderita Myom sangat dianjurkan untuk menghindari makanan/minuman manis dan mengandung susu
    2. sarapan jus wortel+apel (sebelum makan apa2)
    3. puasa 7 hari setelah beres haid (pas buka puasa sebelum minum apa2 baca “yaa musawwir 10x)
    4. menuliskan “bismillahirrahmanirrahiim” sebanyak 60x di kertas pada hari ke-3 setelah beres haid
    5. shalat hajat,
    6. setelah shalat fardlu sering2 bershalawat, istigfar dan membaca doa nabi dzakaria “rabbi hablii min ladinka dzuriyatan thoyyibatan innaka samii’uddu’a. QS ali imran:38″
    “rabbii laa tadarnii fardan wa anta khairl waritsiin. QS al-anbiya:89″
    7. membaca ‘yaa mutakabbir 10x’ sebelum “berhubungan”

    semoga bermanfaat,

    dan sesungguhnya Allah senantiasa bersama orang2 yang optimis, berusaha dan berdo’a… semoga Allah mengabulkan doa-doa kita aamiin

  141. evlyn Says:

    Salam kenal,saya juga baru saja menjalani laparoskopi. Yang ingin saya tanyakan,apakah sekarang bapak sudah memiliki putra-putri setelah melakukan injeksi tapros tsb?
    Mohon sharingnya. Terimakasih.
    Salam.

  142. yessi kusastri Says:

    Maaf pak herry…apakah sekarang anfa telah dikarunia buah hati

  143. widia yanti Says:

    Ad yg tau gak,harga laparaskopi klo di rs bunda skrg brp yh???

  144. azizah Says:

    Sama-sama berjuang ya! Saya juga penderita endometriosis, sudah bulan ke-5 suntik tapros. Semoga Allah memberikan yang terbaik buat kita semua, aamiiin :)

  145. Nisa Says:

    Salam kenal Pak..

    Saya bersyukur menemukan blog ini, sy jg sdg periksa sana-sini utk mencari alasan medis knp dah 6th menikah blm hamil jg. Akhirnya, stlh ganti obgyn 3x, baru lah di dr Irham (Bunda-Depok) ditemukan kista dan miom krg lbh 2,5cm dlm dalam rahim saya. Mendengar hal itu sy lega krn akhirnya alasan medisnya ketemu dan itu meyakinkan sy utk diambil tndakan scptnya. Dg membaca blog Bapak, sy merasa terbantu scr psikologis dan Insya Allah siap utk Laparoskopi. Terima kasih bnyak, Pak.
    Mhn doa smoga operasinya lancar, cpt pulih. Begitu jg Bapak dan Istri, smoga sgera dikabulkan utk punya momongan, Amin.. :)

    Salam,

  146. yuniarti badru zaman Says:

    Asslmkm.. Saya juga sedang dalam persiapan laparoskopi yang akan dilakukan dalam waktu dekat untuk mengangkat kista di ovarium kanan saya juga untuk menghilangkan endometriosis. Mohon doa dari semua smoga operasi saya lancar dan sukses, cepat pemulihannya, dan segera diberikan keturunan..
    Sepertinya hampir semua orang yang meninggalkan komentar di postingan ini pernah bersinggungan dgn laparoskopi, saya mohon info, mungkin ada yang tau, siapa ya dokter yg paling ahli dalam bedah laparoskopi kandungan di RSCM ?? Karena saya akan melakukan laparoskopi di rumah sakit itu.. Terimakasih sebelumnya.. :)

  147. capriosa Says:

    Assalamualaikum wr wb.

    Saya sudah menikah selama 4 tahun dan belum mempunyai anak, Setelah satu tahun kami belum di karuniakan anak maka kami memustuskan untuk konsultasi ke dokter. kemudian kami konsultasi serta cek kondisi fisik di dokter di RSAB daerah lenteng agung dan tidak ada kondisi yang mengkawatirkan serta tidak ada kista di rahimnya. Setelah konsultasi beberapa bulan, dokter hanya menyarankan ritme akifitas berhubungan kami dilakukan 2 hari sekali. Hal ini membuat kami hanya menjalankan rutinitas sesuai anjuran dokter.

    Setelah 3 tahun berlalu belum juga di berikan momongan akhirnya kami memutuskan pindah dokter di RSAB di jakarta barat, Disana kami berkonsultasi dengan salah satu dokter . Dokter menyarankan kami melakukan cek kondisi rahim dengan melakukan USG transvaginal, karena menurut beliau lebih baik di ketahui kondisi rahim ibunya sebelum melakukan tahapan iseminasi maupun lainnya. Dan setelah melakukan USG ini ternyata di temukan kista endometriosis pada ovum kiri dan kanan serta perlengketan. akhirnya istri saya di berikan suntik Tapros dan di jadwalkan kembali untuk cek.

    Pada pengecekan selanjutnya kista berkurang tetapi di sarankan untuk LO (laparoskopi operatif).Yang saya dengar dari teman saya biaya LO kalau di RSAB Bunda sangat tinggi yaitu 32 jt dengan kamar VIP dan Dokter memberitahukan kepada kami bahwa biayanya sekitar 20 – 25 jt di rumah sakit tempatnya bekerja.

    Biaya yang cukup besar menurut kami, dan kami bertanya bisakah di cover oleh asuransi saya. akhirnya dokter tersebut membantu saya, beliau mengatakan biaya operasi dapat di tanggung asuransi jika diagnosanya adalah penyakit. akhirnya kami sepakat bahwa diagnosa istri saya adalah sakit pinggul kronis / nyeri haid hebat yang di sebabkan oleh kista dan endometriosis (diagnosanya jangan di tulis sebagai kesuburan / infertility, sehingga biaya konsul serta operasi dapat di tanggung asuransi).

    Akhirnya saya bisa sedikit lega dan dokter menjadwalkan istri saya untuk LO. Tanggal 22 maret 2012 istri saya menjalani eksekusi LO dan ternyata selain kista terdapat perlengketan rahim dengan usus serta ovum kiri dan kanan terjadi perlengketan juga dengan rahim. Semua perlengketan akhirnya di lepaskan dan kista istri saya juga di angkat melalui LO.

    Setelah kalkulasi biaya ternya LO ini menghabiskan biaya sekitar 24 JT dan yang di cover sama asuransi hanya 19 Jt, sehingga kami membayar kelebihannya. Hal ini memang menjadi konsekwensi bagi kami karena sebenarnya asuransi kami hanya menanggung kamar hanya sebesar 400 rb sedangkan kamar yang kami ambil adalah kelas VIP sebesar 670 rb selain itu ada biaya2 yang tidak di cover oleh asuransi.

    Pasca operasi dokter menyarankan suntik Tapros 2 kali lagi.
    Saat ini istri sedang mengalami pemulihan pasca LO dan memang dengan LO pemulihan lebih cepat di bandikan laparatomi, buktinya adalah hari kamis di operasi, jumat sore istri saya sudah dapat ke kamar mandi dengan berjalan.

    Saat ini kami hanya banyak2 berdoa semoga setelah LO kami dapat di berikan momomongan… AMIEN…

  148. reni mulyani Says:

    Assalamualikum….perjuanganku masih di uji,kadang terasa sedih,putus asa…tapi kalo liat baby lucu ..smngat lagi buat berusaha.Aku laparoskopi endometriosis mei 2011,terapi tapros 4x suntik…subhanallah selesai tapros aku positif hamil.tp….Allah belum mmperkenankan aku dapet baby,janin bertahan 2 bln,aku keguguran.sediiiiiiiihhh skali…parahnya baru 9bln dari laparoskopi skr endometriosisku nonghol lagi,ukurannya lngsung 3cm sama kayak dulu seb oprasi.skr aku di kasih terafi obat forbetes sama obgyn ku…mdh2an smua doa dan usaha kita di kabul Allah swt…amien.kalo ada info2 dari teman2 atau Pa Hery pemilik blog ini mohon share yaaa…emailku renimulyani76@yahoo.co.id mksih,,

    Kita sama2 berikhtiar dan berdoa ya Mbak Reni.

    • capriosa Says:

      Mbak reni,

      Saya mendapat info dari teman saya bahwa kista dapat di kurangi / dihilangkan dengan minum Kunir Putih (umbi2an semacam jahe atau kunyit). Teman saya punya pengalaman pribadi yang di share ke saya bahwa di rahim dia terdapat kista sebesar 3cm dan kemudia di sarankan operasi, oleh saudaranya di sarankan untuk minum Kunir Putih, (dia minum kunir putih yang sudah jadi bubuk dan diminum sebnayak 1 sendok makan dengan air hangat pada pagi dan sore), setelah teratur minum 1 bulan, kistanya mengecil menjadi 1,3 cm dan setelah minum selama 2 bulan kista nya menghilang. Semoga ini bisa menjadi masukan buat mbak renny.

      • reni Says:

        Mba Capriosa…
        Konsumsi segala macam obat herbal termasuk kunyit putih sudah sejak sebelum Lo,tp sebulan di cek uSG ukuran kista nya tetep ga berkurang,konsumsi lagi kemudian di cek UsG lagi tetep aza bandeeeell banget.Waktu itu akhirnya mmberanikan diri LO karena udh bosen minum obat2 an herbal dsb….skr hanya minum forbetes aza,mual nya minta ampun setelah minum obat itu.Mbak lagi masa penyebmuhan ya? mdh2an cpet positif hamil yaaa…amien…

      • capriosa Says:

        Mbak Lenny…saya cowo loh….kebetulan istri saya juga baru selesai LO, temen saya sich curhatnya begitu dan saya juga baru tahu setelah istri saya LO. Jadi saya juga belum juga tau kasiat sesungguhnya dari Kunir putih bukan kunyit putih…

  149. bayu Says:

    smga itu adalah bagian usaha & Tuhan memberi kesabaran & semangat ,mga tdk lama lagi anugerah itu akan hadir, qt saling mendoakan, krn insy sy jg akan laparoskopi, hampir 6th qt menikah dan usaha dgn didampingi bebrp dokter t’baik atas recom tm, semangat:) kawan

  150. sany Says:

    Dear Pak Hery,

    Mendengar cerita bpk mengenai operasi laparoskopi saya sdkt tau..karena saya juga d sarankan oleh dokter untuk operasi tersebut karena ada penyumbatan pada kedua tuba saya….sedih dengar hasil dari dokter seperti itu…dengan biaya yg ckp besar, maka kami menunda operasi tersebut sampai terkumpul uangnya.
    Semoga pak hery berserta istri diberikan keturunan dan kesehatan yang baik…

    Sany

  151. ressy arkad Says:

    Saya terharu sekali membaca artikel pak herry ini.bagaimana kondisi istri sekarang? Semoga selalu sehat y . Saya dlm waktu deket ini akan laparascopy juga dgn dr wahyu.sya mau tanya pak apa brtul setelah Lo perutnya kembung dan sakit karna co2 dimasukan k perut.saya gk bisa membayakan sakitnya ditmbh saya punya sakit lambung bagaimna jdnya nanti.saya berharap sekali pak herry masih inget ya dan mau memberikan info yg lengkap.salam buat istri.wslm

  152. tini Says:

    Moga cepat dapat momongan amin…(kita senasib ..8 th ku menanti kehadirannya )

  153. amy Says:

    Semoga yg belum d beri momongan segera di berikan keturunan yg sholih dan sholeha…yg bermanfaat bt umat,menyayangi ibu bapaknya dan d dayang orang banyak….amiiin ..amiiin..amiiin ya rabb…..

  154. Nita Says:

    19 april 2012 saya pernah laparoscopy malah ada polip di rahim jd sekalian di bersihkan
    3x suntik tapros dan alhamdulillah oktober 2012 ini saya hamil
    jangan putus berdoa… manusia bisa berharap tapi tetap allah SWT yang menentukan…

    tetap semangat..


  155. Hiya! Quick question that’s completely off

    topic. Do you know how to make your site mobile friendly? My website looks weird when

    viewing from my iphone. I’m trying to find a template or plugin that

    might be able to resolve this problem. If you have any suggestions, please share.

    Thanks!

  156. Monserrate Says:

    Its such as you read my mind! You appear to understand a

    lot approximately this, such as you wrote the
    book in it or something. I believe that you just can do with
    some p.c. to

    pressure the message home a bit, however instead of that,

    that is excellent blog. A fantastic read. I

    will certainly be back.


  157. Good – I should definitely pronounce, impressed with your web site.
    I had no trouble

    navigating through all tabs and related information ended up being truly easy to do

    to access. I recently found what I hoped for before you know
    it in the least. Quite unusual. Is

    likely to appreciate it for those who add forums or something,
    website theme . a tones way for

    your customer to communicate. Excellent task..

  158. raida Says:

    Ass pak herii dan tmn2 yg lain… Boleh ksh sy info di Rs mn di jkt yg bagus untuk laparoskopi kista…
    Maklum sy jauh dr ibu kota dan minim info..
    Mksh sblm nya..
    Jika ad yg berkenan boleh email ke sy…
    raidanurafni888@gmail.com

  159. Agustin Says:

    Heya i am for the first time here. I came across this board
    and I find It really useful & it helped

    me out much. I hope to give something back and help others like you
    helped me.

  160. pipit Says:

    Ass.
    Sya membaca ulasan Pak Hery ketika sya search soal tapros,, saat ini saya baru saja operasi endometriosis juga, tapi bukan laparoscpy, sy laparotomi, kista saya sudah pecah di indung telur sbelh kiri, dan kini indung telur sy diangkat satu, , memang pertama kali mendengar hal itu saya sangat shock dan putus asa, tetapi berkat suami dan orang tua sya yang terus memberikan motivasi, maka bagaimana pun keadaan saya, saya harus bangkit. sekarang tinggal nunggu tapros pertama saya, terakhir kontrol kemaren , dokter yang menangani saya, Dokter Singgih Sidharta, menuturkan bahwa keadaan rahim saya bagus ( setelah laparotomi ) , indung telur kanan pun hasilnya bagus, meskipun di sebelah kiri masih ada sisa pecahan kista sebesar 1 cm, insyaallah (atas kehendak Allah) sya bisa sembuh, dan saya optimis itu akan terjadi. Sekarang saya mohon sekali doa teman-teman semua untuk kesembuhan sya, dan semoga tidak lama setelah ini saya hamil (diberi keturunan ) AMIN….
    Tetap semangat buat semua-muanya yang lagi berjuang untuk kehadiran buah hati !!!

  161. ucu Says:

    salam,
    terima kasih atas informasi pangalaman bapak ttg hal ini.
    saya tergerak dgn artikel ini krn ada permasalahan yg sama dgn sodara saya yg memang dia minta kekuatan doa utk usaha ini.
    sehingga selain membaca ttg hal laparoskopi yg dibayangkan org menakutkan baik biaya atau tindakannya, skg saya bisa jelaskan pada sodara saya…..walaupun hasil akhir hanya yg maha pemilik kuasaNya.

  162. windy bp Says:

    Terus gimana sekarang sudah berhasil hamil blm, setelah di laparoscopi
    Thx..


  163. Istri saya juga baru Laparoskopi tahun kmrn Pak. Katanya ada kemungkinan endometriosisnya muncul lagi ya? Istri bapak gimana?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers

%d bloggers like this: