Antrian di RS Bunda: Capek deh…

Ada apa dengan antrian? Mengapa mengelola antrian itu penting?

Di RS Bunda Menteng saya selalu jengkel setiap jadwal kunjungan istri saya ke Dr Wachyu Hadisaputra. Dokternya sih oke. Bahkan konon Maudy Kusnaidi berhasil punya momongan berkat dokter Wachyu. Reputasi beliau tidak diragukan lagi, meskipun belum terbukti pada istri saya. Tetapi antriannya gak nahan, coy.

Di RS ini kita tidak boleh booking dengan telepon, tetapi harus datang langsung secara fisik. Hal ini berbeda dengan YPK di jalan Gereja Theresa yang membolehkan booking antrian dengan telepon. Padahal dokternya sama.

Suatu kali saya dan istri tiba sekitar pukul 18.30. Kami dapat nomor antrian 33. Istri saya baru dipanggil pukul 00.10. Selama menunggu, tidak banyak yang bisa kami lakukan. Makan malam dan sholat sudah tentu dilakukan di sini. Setelah itu sambil membaca buku (kalau kebetulan bawa) atau koran. Sudah dibolak-balik akhirnya capek juga.

Memang ada televisi plasma yang dipasang di tiap sudut, tetapi tidak disetel. Akhirnya aku mondar-mandir. Apalagi saat low batt terjadi pada hp-ku, sehingga tidak bisa browsing di internet atau sekedar sms-an.

Memang sebagai pasien kita yang lebih butuh daripada pihak rumah sakit. Tetapi apakah tidak bisa sistem antrian dibuat lebih manusiawi. Dari hasil obrolan dengan pasien lain, lokasi rumah mereka juga tidak dekat-dekat amat. Dalam hal reputasi, jarak bukanlah sebuah halangan, sehingga tidak heran kalau ada pasien dari Bekasi.

Mengapa sistem antrian ini tidak meniru sistem yang sudah diterapkan di YPK? Bukankah teknologi untuk dimanfaatkan seoptimal mungkin? Selayaknya booking antrian bisa dilakukan melalui sms, e-mail atau telepon. Tentu saja, nomor antrian perlu dikonfirmasi ulang oleh pihak rumah sakit. Dan jika ternyata pada waktu yang ditentukan si pasien tidak hadir, dapat dibuat hukuman misalnya: harus melewati tiga orang lebih dulu.

Intinya, banyak cara yang bisa dilakukan untuk memudahkan pasien. Jangan mentang-mentang pasien butuh, lalu dibiarkan menunggu sekian lama. Padahal waktu menunggu selama lebih dari lima jam bisa dilakukan untuk kegiatan lain di rumah. Dan yang penting pasien tidak jenuh.

Fasilitas hotspot, warnet dan toko buku di rumah sakit juga perlu dipikirkan agar penunggu atau pengantar pasien tidak bosan dan mendapatkan pembunuh waktu yang bermanfaat. Mudah-mudahan pihak rumah sakit lebih kreatif lagi dalam mengelola sistem antrian ini. (Hery Azwan, Jakarta, 12/1/2008).

Explore posts in the same categories: Management

Tags: , , , , , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

14 Comments on “Antrian di RS Bunda: Capek deh…”

  1. sari Says:

    Ya ampuunn.. 00.10? Kasian pasiennya ya, lagi pula kalau dokternya letih kan jadi nggak optimal kerjanya. Bisa-bisa yang tadinya mau berobat/kontrol, malah tambah or jadi sakit. Tapi iya juga sih, saya pernah antar keponakan untuk berobat. Ngeliat parkirannya aja udah males rasanya, belum lagi antrian pasiennya. Huuhh…
    Walaupun RS. Bunda terkenal bagus dan mahal, namun saya memutuskan untuk nggak pake Bunda. RS lain yang dokternya bagus dan pelayanannya OK masih banyak.. Yang terpenting, kita (ibu hamil) nggak dipersulit dengan antrian yang menyiksa.
    Yah.. semoga usaha dan perjuangannya membuahkan hasil sesuai dengan yang diharapkan ya..

  2. thinkeroom Says:

    Saya stuju sama parkirannya yang sempit, hehehe

    cuma kalo masalah antrian selama ini nggak terlalu mengganggu (tapi nggak tau ya mungkin sistem antrian utk dr Wachyu beda), saya cek up tiap bulan bisa kok via telp, nggak harus datang (krn sy dari luar kota jkt). nanti dikasih no daftar, dan pas hari H cek datangnya secepat mungkin pas dokter baru mulai praktek, nanti dapat nomor antrian diperbarui. Jadi walopun no daftar misalnya nomor 5, tapi di hari H kita datangnya pertama, bisa jadi orang pertama yang diperiksa… just sharing ^.^

  3. Alfi Says:

    Tentang antrian kok beda ya dengan pengalaman saya. Saya konsultasi dengan dr. Taufik Jamaan hari Sabtu lalu (14 Feb 09), dengan terlebih dahulu mendaftar by phone 021-31922005 dua hari sebelumnya. Pas hari H, saya tinggal konfirm kepada petugas bahwa saya sudah datang, dan tidak ada masalah. Yang melelahkan adalah, walaupun pada jadwal disebutkan dokter mulai praktik jam 10:00, kenyataannya dokter baru datang jam 12:00, lumayan capek nunggu 2 jam lebih :(

  4. Andri Says:

    memang antrinya parah. kalau saya tidak bisa datang awal mending next time. soalnya yang reliable sampai sekarang adalah daftar lewat telpon lalu seawal mungkin datang agar mendapatkan “nomor cantik”. Tapi terkadang memang tetap harus menunggu karena ada resiko dokternya belum datang atau keliling dulu ke pasien rawat inap yang bisa sejam-an juga.

  5. Budiono Says:

    Patut disayangkan harus mengalami menunggu dokter seperti itu, seperti tidak ada dokter lain di Jakarta saja.
    Padahal banyak dokter lain di Jakarta yang punya reputasi sama, bahkan lebih, banyak diantaranya yg bergelar Professor.
    Internet bisa menjadi acuan / tempat mencari informasi jika tidak tau kemana harus bertanya..

  6. julie siregar Says:

    gw jg pny pengalaman yg sama di RS Bunda.dulu gw sempat bw anak gw yg pertama k RS bunda krn dia alergi dan susah makan jd gw mau konsul sama Dr.judarwanto(gw lupa nama depannya)mrk emang ga bs booked lwt telp.gw udah datang dr jam 9 pagi tp br dipanggil jam 4 sore,akhirnya anak gw yg datang sehat k RS pulang dr sana malah jd sakit,kelamaan nunggu dan yg nunggu disitu rata2 anak yg sakit jg.stlh itu gw ga mau lg k BUNDA. gw pikir BUNDA its not the one and only hospital in jakarta yg bs nyembuhin anak gw. ogah deh ah ngantri selama itu,,,kaya ga ada kerjaan laen aj…gw sih lbh suka k Hermina Jatinegara. dokter2anaknya banyak dan lengkap dan mrk pny sub spesialis masing2. dan yg paling penting ga jauh dr rmh gw dan bs booked lwt telp

  7. wilbertsitu Says:

    Kejadian nya hampir sama dengan saya di RS.Mitra, bedanya bisa daftar via telp, saya daftar jam 12 karena dia baru praktek jam 17.00 saya baru dipanggil jam 12.45. Antriannya gila…..! dokter nya sadar kali ya…bahwa dia dibutuhkan. Tapi kurang peduli pelanggan.

  8. wilbertsitu Says:

    revisi dikit ya…di panggilnya bukan bukan jam 12.45 tapi 00.45 maklum baru belajar ngeblok nih

  9. dewi Says:

    sumbang saran yach,
    Sekarang di RS Bunda untuk masalah antrian tidak ada masalah lagi karena sistemnya telah dirubah. Saat ini jika kita ingin konsultasi dengan dokter (BIC Bunda dulu Morula) dengan dr. Indra terlebih dahulu kita harus buat appointment tanggal kita mau datang trus nanti diberikan jam yang available kita bisa datang, 1 hari sebelumnya kita diingatkan bahwa besok kita punya janji dengan dr yang bersangkutan (apakah kita bisa datang) oleh bagian CS RS Bunda atau pada hari yang sama kita dikonfirmasi untuk kedatangan kita….intinya pokoknya enak dech jadi tidak menunggu terlalu lama seperti dulu2 (saya pasien dr. Indra sejak tahun 2004)…Terima kasih RS Bunda. Tapi yang menjadi kurang puasnya saya akan pelayan di RS Bunda adalah….ketika saya masuk rawat inap di sana, saat itu saya mengalami pendarahan pada kehamilan 11 minggu dan itu kehamilan pertama saya setelah menunggu >10 tahun pernikahan (sebelumnya pernah ikut bayi tabung th 2005, tapi gagal). Pelayanan susternya bagus sekali tetapi sayangnya karena saya pasien BIC RS Bunda maka saya yang harus bertandang ke BIC RS Bunda sebelum keluar dari RS Bunda, sedangkan jarak RS Bunda dengan BIC lumayan 2-3 gedung dari RS Bunda tempat rawat inap. Seharusnya kan dr yang berkunjung ketempat pasien rawat inap bukan pasien yang bertandang ke ruang dr, seandainya pun itu terjadi seharusnya ada fasilitas menuju ke gedung BIC donk……karena saya adalah pasien yang habis pendarahan dan tidak boleh terlampau lelah karena saat dirawat saya diharuskan bedrest tidak boleh turun dari tempat tidur……..jadi saya berharap banget agar RS Bunda dengan BIC RS Bunda dapat memperbaiki pelayanannya lebih baik lagi agar pasien merasa nyaman. Terima kasih.

    makasih buat update-nya bu…mudah2an ibu tidak dianggap menjelek2kan rs bunda sehingga harus mengalami nasib yang sama seperti mbak prita…

  10. edli Says:

    pengalaman saya, dengan dr widodo di RS Bunda Menteng.
    Dateng dari jam 7.30 pagi. Baru dipanggil jam 2 siang. Puihh…capenya nunggu :(

  11. Tri Purwanto Says:

    RUMAH SAKIT BUNDA DG PELAYANAN YG SANGAT JELEK/BURUK.

    HARI INI TGL 24/08/09 ISTRI SAYA MEMBATALKAN OPERASI

    LAPARASKOPTY & HYSTROSCOPY KRN PERAWATNYA PELAYANANNYA YG SANGAT BURUK SEKALI !!!

    DAN MEMBUAT KAMI SANGAT TERSINGUNG !!!

  12. ToekangCD Says:

    btw, ada yg pernah di rs. bunda margonda ? aku langganan dengan dokter yg cantik itu lho, buat anakku :D

  13. rina Says:

    sekedar info aja, 6 bln yg lalu gw operasi laparoskopi di raden saleh tp dengan dokter wahyu hadisaputra. ga perlu nginep n langsung pulang harganya pun lebih murah dari Bunda kemaren biayanya hanya 10jtan… dan alhamdulilahnya si dr wahyu bs memprediksikan 2 bln lg gw hamil…eee ternyata bener loh skrg lg hamil 3 bln…
    sampe skrg gw ttp kontrol ma dr. wahyu walopun tau antrinya aujubileehh…bisnya mau gmn lg dia udah tau riwayatku n ada rasa terima kasih jg sih ma dia heheheheee…

  14. dewi Says:

    @rina:

    wah, selamat ya mba Rina, smoga anaknya lahir sehat.. amin..
    maaf mbak rina, mw tanya, kalo Raden Saleh itu nama RS or nama jalan ya??
    hehe..
    soalnya aq dari cirebon dan berniat mau laparoskopy jg dgn dokter wahyu..
    mudah2an aq bs seperti mba (hamil).


Comment: