
Buku Auto Biografi Ajip Rosidi
Orang ini memang jenius. Pada umur 17 tahun sudah menerbitkan buku. Tidak punya ijazah SMA, tapi bisa menjadi dosen di Jepang selama 20 tahun. Ruarrrr biasa… Read the rest of this post »

Buku Auto Biografi Ajip Rosidi
Orang ini memang jenius. Pada umur 17 tahun sudah menerbitkan buku. Tidak punya ijazah SMA, tapi bisa menjadi dosen di Jepang selama 20 tahun. Ruarrrr biasa… Read the rest of this post »
Perjalananku ke Padang kali ini bukanlah perjalanan sebagai relawan gempa, namun perjalanan bisnis. Maksudnya, ya urusan kantor gicuuu.
Aku berangkat hari Kamis 15 Oktober. Dari bandara Soekarno Hatta sudah terlihat kepadatan di terminal 1B. Untuk masuk ke ruang penumpang saja dibutuhkan waktu sekitar 15 menit. Antrian semakin mengular, sementara penumpang lain duduk di kursi, bahkan ada yang duduk di lantai. Sudah tak ada lagi beda antara bandara dengan terminal bus antar kota sepertinya. Read the rest of this post »
duh aduh Siti Aisyah
mandi di kali bajunya basah
tidak sembahyang tidak puasa
di dalam kubur mendapat siksa
(sebuah lagu kasidahan, judulnya lupa)
Bagi anak-anak yang tinggal di Jakarta saat ini (tahun 2009), mandi di kali barangkali tidak pernah terpikirkan dalam benak mereka. Ya iyalah. Udah airnya kotor, banyak sampah, terkena polusi pula.
Meskipun demikian, jika kita sedikit rajin mengintip di sepanjang aliran kali Ciliwung, maupun di bawah simpang susun selepas tol bandara, kita dapat menemui masyarakat yang masih memanfaatkan kali untuk mandi, mencuci, bahkan sikat gigi. Kemiskinan membuat mereka terpaksa melakukannya dan lama-lama jadi terbiasa meskipun sebenarnya mereka tidak suka. Read the rest of this post »
Tarawih berjamaah bagi para pekerja metropolitan Jakarta merupakan suatu kemewahan. Bahkan untuk berbuka puasa di rumah sekalipun, banyak yang tidak bisa merasakannya, termasuk saya. Rumah di pinggiran Jakarta yang relatif jauh dari tempat kerja di pusat kota menjadi penyebabnya. Ditambah lagi, kemacetan yang memuncak menjelang waktu berbuka membuat patah arang untuk mengejar taraweh berjamaah. Karena itu saya tidak mau menambah kemacetan jalan dan ikhlas berbuka puasa di luar rumah.
Minggu malam yang lalu kami memperoleh kemewahan dengan bertarawih di mesjid Al Azhar Kebayoran. Kebetulan, sorenya ada acara bedah buku ‘Negeri 5 Menara’ karangan teman saya A Fuadi di tempat yang sama. Jadi sekalian bisa ngabuburit. Acara ini dihadiri sekitar 100 pengunjung yang terdiri dari anak muda anggota YISC dan masyarakat umum. Tanggapan terhadap acara ini cukup baik ditunjukkan dengan banyaknya peserta yang ingin bertanya. Acara yang dimulai pukul 16.00 ini berakhir sekitar pukul 17.30. Jadi, waktu berbuka tinggal sebentar lagi. Mau buka di mana? Read the rest of this post »
Sebentar lagi Ramadhan akan tiba. Ingatan saya kembali ke beberapa tahun silam saat saya masih SD dan tinggal di perkebunan di Gohor Lama, dua jam perjalanan dari Medan, Sumut. Sesuai tradisi setempat, pada malam pertama Ramadhan, sholat tarawih belum dilakukan. Ini berbeda dengan tradisi yang umum berlaku di mana sholat tarawih langsung dilakukan pada malam pertama Ramadhan.
Di lingkungan perkebunan, malam pertama ini disebut punggahan. Pada sebagian daerah disebut dengan munggah. Satu hari menjelang puasa biasanya terlihat orang berseliweran membawa rantang untuk disampaikan kepada orangtua atau orang yang dituakan.
Secara bahasa munggah artinya naik. Barangkali karena memasuki Ramadhan, jiwa kita akan naik derajatnya menjadi lebih baik dan lebih bertakwa. Read the rest of this post »
Crispy Comments